Meski Tidak Cukup, Warga Bersyukur Terima Bantuan PKH

Meski Tidak Cukup, Warga Bersyukur Terima Bantuan PKH
Presiden Jokowi meninjau penyerahan bantuan sosial tunai kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kantor Pos, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 13 Mei 2020. ( Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden / Lukas )
Arnold H Sianturi / FER Rabu, 13 Mei 2020 | 18:32 WIB

Medan, Beritasatu.com - Penerima bantuan sosial (Bansos) oleh pemerintah pusat mengaku sangat terbantu sebagai peserta dalam program keluarga harapan (PKH). Bantuan dalam bentuk sembako dengan nilai Rp 200.000, dianggap bisa mengurangi beban ekonomi keluarga di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Baca: Pendaftaran Penerima Bansos di Medan Abaikan Protokol Kesehatan

"Bantuan sembako program pemerintah pusat ini sudah kami terima dengan mengambilnya dari tempat yang disediakan. Kami menerima beras, mi instan dan telur," ujar seorang warga penerima PKH, Hotmida Naibaho, saat ditemui di rumahnya d Lingkungan XIV, Tegal Sari Mandala II, Rabu (13/5/2020).

Menurut wanita berusia 48 tahun ini, bantuan sembako dalam PKH ini tidak bisa ditukar dalam bentuk uang. Dia hanya bisa menukarkan bantuan ke jenis sembako yang diinginkan. Untuk mengambil bantuan ini pun harus menggunakan kartu sembako, yang wajib dibawa saat mengambil bantuan.

"Kita bisa hanya mengambil beras dengan jumlah lebih banyak dengan nilai nominal Rp 200.000. Biasanya, budget sembako itu yang diberikan meliputi beras, mi instan dan telur. Bantuan ini sangat membantu meski belum bisa cukup menutup kebutuhan selama sebulan," kata Hotmida.

Baca: Survei SMRC, Warga Nilai Bansos Tak Tepat Sasaran

Ibu lima orang anak ini mengakui, bantuan sembako dalam bentuk PKH ini hanya bisa dimanfaatkan selama tujuh hari. Selebihnya, dia akan berusaha menutupi kebutuhan hari selanjutnya dari profesinya sehari - hari sebagai penjual sayur - mayur di Pasar Gajah Medan.

Hal senada juga disampaikan Tuti Harahap, sebagai bagian dari warga penerima bantuan PKH, dia mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan PKH tersebut. Apalagi, bantuan sebelumnya Rp 150.000 sudah dinaikkan pemerintah pusat menjadi Rp 200.000 dalam bentuk sembako.

"Bantuan itu memang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan selama satu bulan. Namun, saya bersyukur terdaftar dan penerima bantuan ini. Untuk menutupi kebutuhan keluarga, suami lumpuh dan tiga orang anak, saya mencari nafkah dengan memulung barang bekas," sebutnya.

Baca: Mensos Akui Penyaluran Bansos Jauh dari Sempurna

Sebelumnya, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menyampaikan, jumlah warga yang terdaftar sebagai penerima bantuan dalam program keluarga harapan (PKH) di Sumut, yang ditanggung oleh APBN, sebanyak 408.321 kepala keluarga (KK).

"Nilai bantuan yang diberikan pemerintah pusat berdasarkan tanggungan APBN itu ditambah Rp 50.000. Sehingga, nilai bantuan yang seharusnya Rp 150.000 bertambah menjadi Rp 200.000 untuk setiap keluarga," katanya.

Mantan Pangkostrad ini juga menginginkan seluruh kepala daerah di Sumut supaya mempercepat penyaluran bantuan seperti yang diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo, baru-baru ini.

Baca: Pimpinan Komisi VIII Sesalkan Penyaluran Bansos Lamban

"Penyaluran bantuan dengan cepat sangat membantu masyarakat yang sangat membutuhkannya. Masalah penyaluran bantuan ini diharapkan menjadi perhatian bersama," sebutnya.



Sumber: BeritaSatu.com