Kebutuhan Pokok di Sumut Masih Aman Sampai Lebaran

Kebutuhan Pokok di Sumut Masih Aman Sampai Lebaran
Pedagang melayani pembeli di sebuah pasar tradisional di Jakarta. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Arnold H Sianturi / JEM Kamis, 14 Mei 2020 | 13:38 WIB

Medan, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memastikan ketersediaan kebutuhan pokok sampai Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriyah (Lebaran) masih mencukupi. Bahkan, sebagian komoditas surplus, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara besar - besaran.

"Meski ada kenaikan namun harga dari sejumlah kebutuhan pokok masih relatif stabil dan terkendali. Pemerintah tetap memantau menyiapkan berbagai skenario supaya harga kebutuhan tetap terjaga," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut, Zonny Waldi, Kamis (14/5/2020).

Zonny mengatakan, saat ini ketersediaan beras sebanyak 609.384 ton dengan kebutuhan setiap bulan yang dikonsumsi masyarakat sekitar 159.809 ton, daging sapi tersedia 1.350 ton dengan kebutuhan rata-rata per bulan 1.128 ton. Daging sapi mengalami kenaikan Rp 1.000 dari harga rata-rata Rp 110.000 menjadi Rp 111.000.

"Untuk ayam ras, saat ini tersedia 12.164 ton dengan kebutuhan rata-rata 6.982 ton per bulan. Beras surplus dan cukup untuk tiga hingga empat bulan ke depan, begitu juga dengan daging sapi serta ayam ras," katanya.

Khusus untuk gula dan bawang merah, kata Zonny, Pemprov Sumut memberikan perhatian khusus. Soalnya, kedua komoditas ini mengalami lonjakan harga yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Tercatat kenaikan harga gula dari Rp 12.500/kg menjadi Rp 19.000/kg.

Oleh karena itu, pemerintah memberikan kepercayaan dengan penugasan PT Medan Sugar Indonesia akan mengelola gula rafinasi menjadi gula konsumsi 15.000 ton/bulan untuk membantu kebutuhan gula di Aceh, Sumut dan Bangka Belitung. Kemudian ditambah lagi produksi gula dari PTPN II yang mampu memproduksi 5.000 ton/bulan.

“Kita juga melakukan operasi pasar sehingga terjadi penurunan harga gula yang cukup signifikan. Bila harga sebelumnya Rp 19.000 sekarang rata-rata Rp 17.500 bahkan di Medan rata-rata Rp 14.500/kg. Kita akan terus berupaya menurunkan harga gula hingga mencapai Rp 12.500/kg,” tambah Zonny.

Sementara itu, bawang merah lebih drastis kenaikan harganya, dari Rp 30.000/kg menjadi Rp 60.000/kg. Hal itu terjadi karena terbatasnya stok di pasaran. Sumut hanya mampu memenuhi 40 persen kebutuhan warganya dan saat ini distribusi barang antar provinsi di Indonesia mengalami kendala.

Pemprov Sumut memutuskan akan membeli bawang merah dari Brebes Jawa Tengah, agar kebutuhan terpenuhi dan harga bisa ditekan ke level Rp 40.000/Kg.

“Ini terjadi di seluruh Indonesia kecuali Jawa Tengah. Kita akan membeli bawang merah dari Brebes untuk memenuhi kebutuhan bawang merah kita di sini,” tambah Zonny.

Jelang Idulfitri tidak semua bahan pokok mengalami kenaikan harga, salah satunya yang mengalami penurunan harga signifikan adalah cabai merah. Pada bulan April harga rata-rata cabai merah Rp 24.900, sedangkan saat ini menjadi Rp 19.600.

Hal ini dikarenakan stok cabai yang melimpah di Sumut, yakni mencapai 55.613 ton dengan kebutuhan 4.371 ton/bulan. Untuk mendongkrak harga cabai petani, Pemprov Sumut memutuskan akan menawarkan cabai ke provinsi lainnya.

“Cabai harganya turun sekitar 21 persen. Ini karena stoknya banyak, cukup 12 bulan ke depan. Karena itu, setelah teleconference dengan Kementerian Perdagangan kami akan menawarkan cabai kita ke provinsi lain,” kata Zonny.

Bahan pokok lainnya seperti telur, garam, minyak goreng, jagung, tepung terigu, bawang putih dipastikan tetap stabil. “Bahan pokok lainnya stabil baik harga dan juga ketersediannya,” sebutnya. 



Sumber: BeritaSatu.com