Webinar SCAN Kempora Pertama, Ini Beberapa Hal yang Jadi Sorotan

Webinar SCAN Kempora Pertama, Ini Beberapa Hal yang Jadi Sorotan
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. ( Foto: Istimewa )
Jayanty Nada Shofa / JNS Jumat, 15 Mei 2020 | 15:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali secara resmi membuka kegiatan Webinar Short Course Atlet Nasional (SCAN) melalui telekonferensi, Kamis (14/5/2020).

Disebutkan oleh Menpora, webinar yang diikuti oleh ratusan atlet, pelatih dan stakeholder olahraga ini adalah sebagai pengganti kegiatan yang sebelumnya telah dirancang. Namun, akibat pandemi Covid-19, kegiatan dilakukan secara daring.

"Webinar ini dimaksudkan untuk menjadi pengganti kegiatan yang sebelumnya sudah dirancang yang harusnya dilakukan secara tatap muka. Tapi, kondisi tidak memungkinkan dengan adanya pandemi. Kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi,” ungkapnya.

Kepada para peserta, Zainudin menyoroti beberapa hal seperti penggunaan media sosial, kelola keuangan hingga kesehatan.

Bijak di Media Sosial

Sebagai publik figur dan idola di kalangan masyarakat, atlet diimbau untuk mengelola media sosial mereka secara baik dan inspiratif.

“Atlet harus memahami cara menggunakan media sosial secara bijak, tepat dan berguna terutama di masa pandemi ini. Atlet dapat membantu untuk turut menyebarkan berita-berita yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Menpora.

Dengan audiens media sosial yang luas, mereka pun diharapkan untuk menyebarkan optimisme di kalangan masyarakat.

Pandai Kelola Keuangan

 

Tak hanya itu, Menpora Zainudin berpesan agar atlet pandai dalam mengelola keuangan. Terlebih, tidak sedikit  mantan atlet profesional yang di akhir karirnya tidak mampu untuk bertahan hidup.

"Ini karena pada saat masa jayanya ketika memiliki income yang cukup, [atlet tersebut] tidak bijak mengatur keuangannya apalagi untuk berinvestasi," jelasnya.

Dirinya kemudian mengambil contoh pada SEA Games lalu di mana atlet yang meraih medali emas diberikan bonus oleh pemerintah.

"Jika tidak bijak dalam mengelola uang, pasti akan menjadi sia-sia karena akan digunakan untuk hal-hal konsumtif daripada hal yang produktif. Sehingga, pada akhirnya, karirnya sebagai atlet tinggal penyesalan saja," tutur Menpora.

Kesehatan Nomor Satu

Menurut Menpora, kesehatan dan keselamatan atlet, pelatih dan ofisial menjadi yang utama di tengah pandemi Covid-19. 

 

"Oleh karena itu, kami memutuskan kompetisi profesional dihentikan sementara. Patuhi juga protokol kesehatan dan semoga anjuran ini bisa dijalani dengan baik," ungkapnya.

Menpora menyatakan pihaknya akan terus memantau kegiatan cabang olahraga. Terkait latihan, pelatih dapat melakukan pemantauan jarak jauh melalui video untuk meminimalisir kontak fisik saat pandemi.

Ia pun berpesan agar para atlet dapat menjaga kebugaran untuk meningkatkan daya tubuh dalam menghadapi virus corona.

"Tetap menjaga kebugaran. Kami tahu ini tidak akan maksimal dengan tujuan prestasi. Tapi di situasi seperti ini, upaya seminimal apapun dilakukan untuk menjaga kebugaran," jelasnya.

Baca: Lomba Senam "Stay At Home" Kempora Disambut Antusias Masyarakat

Dalam menjaga kebugaran tubuh, Zainudin kemudian mengajak peserta webinar untuk mengikuti lomba senam Stay At Home.

Sebagai informasi, webinar ini akan berlangsung hingga 22 Mei mendatang. Para atlet nantinya akan mendapatkan pengetahuan mengenai tata kelola media sosial, keuangan, serta investasi bersama pakar-pakar di bidang tersebut.

 



Sumber: BeritaSatu.com