Ada Warga Meninggal Terima Bansos, Istana Minta Pemda Perbarui Data

Ada Warga Meninggal Terima Bansos, Istana Minta Pemda Perbarui Data
Warga mengantre untuk mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor Pos, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 13 Mei 2020. ( Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden / Lukas )
Lenny Tristia Tambun / WBP Jumat, 15 Mei 2020 | 20:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ada beberapa warga yang sudah meninggal menerima bantuan sosial (bansos). Merespons hal itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian meminta dinas sosial pemerintah daerah (pemda) setempat memperbarui data warga miskin terdampak virus corona (Covid-19). Pemda tidak boleh menggunakan data lama dalam penyaluran bansos.

"Jadi memang dinas sosial masing-masing pemerintah kabupaten kota provinsi itu harus meng-update data. Nah data yang dipakai jangan data lama," kata Donny Gahral, Jumat (15/5/2020).

Baca juga: Bansos Pemerintah Pusat Jangkau 123.881 Keluarga di Kota Depok

Agar penyaluran bansos dapat tepat sarapan, Donny Gahral meminta pemda segera memperbarui data warga miskin di wilayahnya. "Pemerintah daerah bertanggung jawab penuh untuk meng-update data sehingga distribusi bansos tidak kalah sasaran,“ ujar Donny Gahral.

Seperti diketahui, ada empat warga Kabupaten Pasaman Sumatera Barat (Sumbar) yang sudah meninggal dunia terdaftar sebagai orang yang menerima bantuan langsung tunai (BLT).

Hal ini membuat kehebohan warga. Apalagi nama penerima yang sudah meninggal tersebut beredar di media sosial (medsos) Facebook. Nama tersebut diunggah seorang pengguna Facebook dengan akun Wania Fitriani.



Sumber: BeritaSatu.com