Gubernur Bengkulu Pangkas Uang Komite SMA/SMK 50%

Gubernur Bengkulu Pangkas Uang Komite SMA/SMK 50%
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. (Foto: Pemprov Bengkulu)
Usmin / LES Jumat, 15 Mei 2020 | 11:38 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah memberikan keringanan kepada orang tua siswa SMA/SMK sederajat di daerah ini dengan memangkas uang iuran komite sekolah sebesar 50% dari biasanya.

"Mulai April sampai Juli uang komite SMA/SMK sederajat di Bengkulu, kita pangkas 50% dari sebelumhya. Ini dilakukan untuk meringankan beban wali murid di saat masih mengalami kesulitan akibat pandemi Covid-19 di daerah ini," kata Gubernur Rohidin Mersyah, di Bengkulu, Jumat (15/5/2020).

Ia mengatakan, jika selama ini uang komite SMA/SMK sederajat di Bengkulu, sebesar Rp 200.000 per bulan, maka sejak April hingga Juli hanya membayar 50% atau sebesar Rp 100.000 per bulan.

Surat edaran pemotongan uang komite SMA/SMK sederahat di Bengkulu sudah disampaikan ke seluruh kepala sekolah SMA/SMK sederajat di 10 kabupaten dan kota di Bengkulu.

"Saya minta kepada kepala sekolah SMA/SMK sederajat di Bengkulu, agar melaksanakan surat edaran tentang pemangkasan uang komite sebesar 50 persen dari biasanya selama 4 bulan, yakni April, Mei, Juni dan Juli 2020," ujar Rohidin.

Alasan Pemprov Bengkulu, memangkas 50% pembayaran uang komite SMA/SMK di Bengkulu, karena sejak wabah corona kegiatan belajar di sekolah tidak optimal, sehingga biaya operasinal yang dikeluarkan juga tidak besar.

"Jadi, alasan kita menurunkan uang komite SMA/SMK selama 4 bulan karena kegiatan belajar di sekolah selama pandemik corona menurun, sehingga biaya operasional yang dikeluarkan sekolah juga menurun. Saya minta surat edaran ini dapat dilaksanakan pihak SMA/SMK di Bengkulu tanpa terkecuali," ujarnya.

Gubernur Rohidin menambahkan, jika siswa sudah terlanjur membayar uang komite penuh, maka sekolah wajib mengembalikan sisanya kepada siswa bersangkutan atau dikurangkan dengan pembayaran berikutnya.

Bagi SMA/SMK yang keberatan melaksanakan surat edaran Gubernur Bengkulu, agar segera melapor ke Diknas Provinsi Bengkulu dengan menyampaikan alasan keberatan. Sebaliknya jika SMA/SMK tidak keberatan, maka segera direalisasikan kepada para siswa sekolah bersangkutan, katanya.

 



Sumber: BeritaSatu.com