Jelang Lebaran, Ditlantas Polda Banten Tekan Angka Pelanggaran Lalu Lintas

Jelang Lebaran, Ditlantas Polda Banten Tekan Angka Pelanggaran Lalu Lintas
Sejumlah petugas di posko perbatasan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Senin (11/5/2020) melakukan pemeriksaan pengemudi dan penumpang kendaraan pribadi maupun angkutan umum untuk mencegah pemudik dari wilayah zona merah penyebaran virus corona jenis baru penyebab Covid-19. ( Foto: Handout )
Laurens Dami / LES Jumat, 15 Mei 2020 | 15:26 WIB

Serang, Beritasatu.com - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Banten melakukan analisa dan evaluasi harian terkait keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas pelaksanaan Operasi Ketupat Kalimaya 2020 yang saat ini memasuki hari ke-22

"Hasil Operasi Ketupat Kalimaya di hari ke-21, angka pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna lalu lintas menurun sampai 99% tercatat hanya 1 kali, bagi pelanggar kami berikan teguran, tanpa ditilang," ujar Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Wibowo, dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (15/5/2020).

Wibowo menyebutkan dari hasil analisa dan evaluasi operasi ketupat saat ini, untuk angka kecelakaan lalu lintas baik korban yang meningal dunia, luka berat maupun luka ringan nihil.

Sedangkan untuk kegiatan pendidikan masyarakat lalu lintas yang dilakukan Ditlantas Polda Banten dan jajaran meningkat dibanding tahun sebelumnya, yang mana saat ini tercatat sebanyak 13 kali melakukan kegiatan preemtif dengan memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat, serta sebanyak 16 kali kegiatan melakukan pemasangan spanduk/baliho imbauan tertib lalu lintas.

"Selain preemtif, upaya preventif pun mengalami peningkatan tercatat sebanyak 282 kali kegiatan pengaturan, 183 kali kegiatan penjagaan, 6 kali pengawalan dan 137 kali melaksanakan kegiatan patroli," jelasnya.

Wibowo mengatakan, dalam Operasi Ketupat Kalimaya 2020 berbeda dengan tahun sebelumnya, karena saat ini kegiatan tersebut dilaksanakan di masa pandemi Covid-19, yang mana pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo melarang masyarakat untuk mudik sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona

“Kami telah menggelar pos penyekatan dan pos check point sebanyak 15 titik di sepanjang jalur arteri guna melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan mudik baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum sebagai wujud dukungan Polri atas adanya kebijakan pemerintah,” katanya.

Wibowo mengungkapkan bahwa jumlah kendaraan mudik yang diperintahkan putar balik tercatat sebanyak 177 unit yang meliputi kendaraan pribadi 96 unit, kendaraan umum 2 unit dan sepeda motor 79 unit.

 



Sumber: BeritaSatu.com