Istana: Angka Iuran BPJS Kesehatan di Perpres No 64/2020, Opsi Terbaik

Istana: Angka Iuran BPJS Kesehatan di Perpres No 64/2020, Opsi Terbaik
BPJS Kesehatan. ( Foto: Antara )
Lennny Tristia Tambun / DAS Sabtu, 16 Mei 2020 | 12:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kenaikan iuran BPJS Kesehatan menuai kritikan dan protes karena pemerintah menaikkan iuran dalam kondisi ekonomi masyarakat yang menurun akibat  terdampak pandemi Covid-19. Namun, pihak istana menyebutkan bahwa angka kenaikan iuran BPJS Kesehatan merupakan opsi terbaik.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian mengatakan, sebelum menetapkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan pemerintah telah menerima masukan dari banyak pihak. Tidak semua masukan diterima mentah-mentah. "Semua masukan diterima tapi juga tidak diterima mentah-mentah," kata Donny Gahral, Jumat (15/4/2020).

Alasan menaikkan iuran BPJS Kesehatan, menurutnya karena pemerintah sudah memperhitungkan semua opsi dan menyimulasikannya.

“Karena pemerintah juga punya perhitungan, punya kalkulasi maka  semua opsi sudah dicoba, sudah disimulasikan dan opsi terbaik adalah tentu struktur tarif yang diputuskan oleh pemerintah. Karena itu opsi terbaiknya yakni menaikkan iuran BPJS Kesehatan,” ujar Donny Gahral.

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan berdasarkan Perpres No 64/2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres No 82/2018 tentang Jaminan Kesehatan. Dalam Perpres tersebut disebutkan, jika Iuran BPJS Kesehatan Kelas I naik menjadi Rp 150.000. Kelas II naik menjadi Rp 100.000 dan Kelas III menjadi Rp 35.000

Dengan struktur tarif yang diputuskan melalui Perpres No 64/2020, masyarakat yang tidak mampu bakal sangat terbantu dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Apalagi prinsip BPJS Kesehatan lebih mengedepankan prinsip gotong royong, yakni yang mampu menolong yang tidak mampu

Seperti diberitakan sebelumnya, iuran BPJS Kesehatan per 1 Mei 2020 lalu sudah mengalami penurunan. Mengacu pada Perpres No  82/2018, iuran BPJS Kesehatan kelas I turun menjadi sebesar Rp 80.000, kelas II Rp 51.000 dan kelas III Rp 25.500, sebagai tindak lanjut dari Putusan Mahkamah Agung (MA) No 7P/HUM/2020, yang menyatakan membatalkan Pasal 34 Perpres No  75/2019.

Sebelumnya, iuran BPJS Kesehatan untuk Januari sampai Maret 2020 mengacu pada Perpres No 75/2019, yaitu sebesar Rp 160.000 untuk kelas I, Rp 110.000 untuk kelas II dan Rp 42.000 untuk kelas III. Namun, tak berselang  lama, Presiden Jokowi kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan berdasarkan Perpres No 64/2020. Beleid tersebut diteken oleh Presiden pada Selasa (5/5/2020).

Dalam Perpres tersebut, disebutkan jika Iuran BPJS Kesehatan Kelas I naik menjadi Rp 150.000. Kelas II naik menjadi Rp 100.000 dan Kelas III menjadi Rp 35.000. Pemerintah memberikan subsidi bagi peserta mandiri kelas III. Pada Perpres No 75/2019, iuran peserta mandiri kelas III juga naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000. Namun, pemerintah memberi subsidi Rp 16.500 sehingga yang dibayarkan tetap Rp 25.500.

Kemudian, pada Perpres No 64/2020, subsidi yang dibayarkan pemerintah berkurang menjadi Rp 7.000, sehingga yang harus dibayarkan peserta adalah Rp 35.000.



Sumber: BeritaSatu.com