Kadafi: Kemdikbud Harus Fokus Integrasi Teknologi dalam Belajar Mengajar

Kadafi: Kemdikbud Harus Fokus Integrasi Teknologi dalam Belajar Mengajar
Muhammad Kadafi ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Rully Satriadi / RSAT Minggu, 17 Mei 2020 | 22:20 WIB

Bandar Lampung, Beritasatu.com - Anggota DPR Muhammad Kadafi mengatakan Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemdikbud) perlu memfokuskan pelatihan tentang pengintegrasian teknologi dalam kegiatan belajar mengajar, terutama untuk para calon guru.

Pelatihan ini penting dalam upaya menjaga kestabilan proses belajar dan mengajar di Indonesia, terutama mengurangi kesenjangan fasilitas akses internet.

“Pelatihan ini terutama untuk calon guru, mulai dari Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan hingga program-program pelatihan Kemdikbud lainnya,” kata Kadafi dalam seminar daring bertema “Optimalisasi Kebijakan Kemdikbud Melalui Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan dalam Masa Darurat Covid-19”.

Seminar daring ini diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Sabtu (16/5/2020). Kadafi menjadi pemateri utama dalam seminar ini. Selain itu ada Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung, Chandra Muliawan, dan dipandu dosen FH Universitas Malahayati, Andre Pebrian Perdana.

Kadafi juga menyampaikan prioritas yang tertinggi dalam masa Covid-19 ini adalah keselamatan rakyat. “Sebagaimana idiom yang menyebutkan bahwa solus populi suprema lex (keselamatan rakyat hukum tertinggi), maka dalam kondisi pandemi Covid-19 ini kita semua harus memiliki frekuensi yang sama dalam memandang persoalan dan skema solusinya,” katanya.

Chandra Muliawan menyampaikan perlunya penguatan aspek pendidikan dalam keadaan darurat Covid-19 ini. “Anggaran pendidikan yang dialokasikan 20 persen dari APBN, maka perlu dilakukan refocusing anggaran. Nah, mapping tentang kebutuhan pendidikan dalam keadaan bencana ini agar tepat sasaran,” katanya.

Selain itu, Chandra juga mengatakan perlunya penguatan tentang justifikasi legal soal peserta didik yang tak ikut ujian nasional, tidak ujian sekolah.

“Karena jangan sampai pasca pandemi, angkatan perserta didik ada yang dikecualikan seperti missing link dalam proses pendidikan formal yang ditempuhnya,” katanya.

Apresiasi Mahasiswa
Dalam kesempatan itu Kadafi dan Chandra mengapresiasi kegiatan mahasiswa yang belajar mandiri dan mengadakan kegiatan yang positif. Seminar ini merupakan kegiatan mandiri yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa.

“Saya sangat mengapresiasinya. Mereka tentu perlu upaya khusus untuk mengumpulkan peserta seminar daring. Dan saya lihat pesertanya juga banyak, ini keinginan yang tulus dari mereka dalam menimba ilmu,” tambah Kadafi.

Gubernur BEM FH Universitas Malahayati, Eko Prasetio HS, dan Sekretaris BEM FH, Bagas Tri Atmaja, mengatakan teman-temannya di kampus terutama di fakultas hukum sangat ingin belajar ilmu hukum dari berbagai perspektif.

“Maka itu kita berusaha menyelenggarakan seminar daring di tengah Covid-19 ini, dan kami sangat berterimakasih kepada pak Kadafi dan pak Chandra yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk kami,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com