Kepada Menpora, Bagus Kahfi Ceritakan Kisahnya di Garuda Select

Kepada Menpora, Bagus Kahfi Ceritakan Kisahnya di Garuda Select
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali ketika mengadakan Bincang Santai Bersama Menpora melalui telekonferensi di Jakarta, Sabtu (16/5/2020). ( Foto: Istimewa )
Jayanty Nada Shofa / JNS Senin, 18 Mei 2020 | 09:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali kembali menggelar talkshow daring Bincang Santai Bersama Menpora.

Pada episode kali ini, penyerang tim Garuda Select Bagus Kahfi menjadi bintang tamu dan menceritakan kisahnya tembus ke program pelatihan yang digagas Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) itu.

"Sekarang ini, Bagus Kahfi sedang berada di Inggris dan masuk dalam tim Garuda Select sekaligus penggawa Timnas Indonesia yang dipersiapkan untuk Piala Dunia U-20 tahun 2021 di Indonesia. Inilah dia Bagus Kahfi. Nah ini, ciri khasnya ya rambutnya ini," ungkap Menpora ketika mengawali perbincangan, Sabtu (16/5/2020). 

Bagus kemudian mulai bercerita awal mulanya ia dipilih sebagai salah satu peserta di Garuda Select.

"Awalnya, saya mengikuti Elite Pro Academy. Di situ, kami menjalani seleksi hingga seleksi nasional. Di situ, talent scoutingnya ada Des Walker dan Dennis Wise dari Inggris. Dari situ, terpilih 24 pesepakbola yang dibawa ke Inggris. Salah satunya adalah saya," ungkap Bagus.

Menurutnya, salah satu hal yang paling menonjol selama mengikuti program Garuda Select adalah fasilitas yang ditawarkan.

"Di sini, banyak tempat latihan. Jadi, saya tidak bingung untuk latihan dan tempat latihannya sudah berstandar internasional. Ada juga fasilitas gym yang bisa digunakan setelah berlatih di lapangan. Jadi, Garuda Select ini sangat membantu untuk munculnya bibit-bibit muda [pemain sepak bola] Indonesia dan untuk berkarir di luar negeri," jelasnya.

Bagus pun berharap cedera patah pergelangan kakinya dapat segera pulih. Sebab, ia ingin berkesempatan bermain di Piala Dunia U-20 tahun 2021 yang akan digelar di Indonesia.

"Berarti, Bagus harus segera pulih dari cederanya. Semoga Bagus masuk dalam pilihan pelatih Shin Tae-yong," timpal Menpora.

Bagus pun memberikan beberapa masukan untuk pembinaan sepak bola di Indonesia.

Kompetisi, ungkap Bagus, harus berjalan dari usia dini untuk menunjang mental pemain sekaligus mental bertanding.

"Harapan saya, semoga pembinaan sepak bola Indonesia lebih baik. Namun, untuk mencapai itu, mungkin fasilitasnya dulu yang harus ditingkatkan lagi. Kalau kita sudah punya fasilitas yang bagus, pastinya pembinaan usia muda pasti akan lebih baik ke depannya," pesan Bagus.

Di akhir bincang santai, Menpora berharap agar program Garuda Select ini dapat terus dilanjutkan.

"Semoga penggagas dan seluruh pihak yang memberikan dukungan dapat tetap melanjutkan Garuda Select sampai kita bisa menghasilkan timnas yang baik dan menjadi kebanggaan Indonesia," tutup Menpora.



Sumber: BeritaSatu.com