Gerindra Usulkan Bansos Sembako Covid-19 Diganti Uang Tunai Seluruhnya

Gerindra Usulkan Bansos Sembako Covid-19 Diganti Uang Tunai Seluruhnya
Ahmad Muzani. (Foto: Antara)
Carlos Roy Fajarta / JAS Senin, 18 Mei 2020 | 15:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Fraksi Partai Gerindra mengusulkan kepada pemerintah agar mengubah skema bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat terkait dampak pandemi virus corona (Covid-19).

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan perubahan skema bantuan kepada masyarakat perlu diubah dari semula ada yang berupa bantuan sembako dan bantuan tunai menjadi seluruhnya Bantuan Sosial Tunai (BST) seluruhnya.

"Fraksi gerinda mengusulkan sembako digantikan dengan uang tunai karena sangat diperlukan oleh masyarakat, khususnya kalangan prasejahtera. Bantuan tunai ini akan lebih tepat guna untuk kepentingan makanan ataupun untuk kebutuhan lainnya," kata Ahmad Muzani, Senin (18/5/2020) dalam keterangan tertulisnya.

"Jika mereka bisa menghemat jumlah uang tunai yang diterima tentu saja kebutuhan kebutuhan yang lain sebagian bisa tertutup. Yang kedua uang tunai itu bisa langsung diterima secara langsung oleh nama keluarga yang bersangkutan," tambah Ahmad Muzani.

Apalagi kata Ahmad Muzani penyaluran uang tunai dipaparkannya berpengaruh pada perekonomian di daerah agar dapat terus berputar karena masyarakat memiliki daya beli.

"Uang tersebut pasti akan dibelanjakan di mana dia bertempat tinggal, sehingga roda perputaran ekonomi bisa meningkatkan, daya beli juga bisa meningkat," jelas Ahmad Muzani.

Muzani mengungkapkan apabila penyaluran berupa sembako maka akan melewati proses pengadaan lewat tender yang kemungkinan besar akan dimenangkan oleh para kontraktor-kontraktor besar dan efek ekonominya sangat kecil. Sehingga ia mengasumsikan perputaran uang hanya pada segelintir pihak saja.

Oleh karena itu Partai Gerindra mengusulkan agar skema bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak virus corona dapat diubah, dari semula sembako menjadi uang tunai.

"Saya percaya pemerintah bisa melakukan itu, termasuk perbaikan data penerima bantuan uang tunai. Semoga pemerintah bisa mengelaborasi pandangan ini," tandas Ahmad Muzani.