Eks Jampidsus Tepis Tudingan Ulum soal Dana Rp 7 M di Kasus KONI
Logo BeritaSatu

Eks Jampidsus Tepis Tudingan Ulum soal Dana Rp 7 M di Kasus KONI

Senin, 18 Mei 2020 | 16:47 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) M Adi Toegarisman menepis tudingan Miftahul Ulum, mantan Asisten Pribadi Menpora Imam Nahrawi, terkait adanya dana "pengamanan" Rp 7 miliar dalam penanganan kasus dugaan korupsi dana hibah KONI yang ditangani Kejaksaan Agung.

"Itu tudinganan yang sangat keji terhadap saya, fitnah," kata Adi di Jakarta, Senin (18/5/2020).

Dia juga menegaskan tidak pernah ada orang yang menemui dirinya dan khusus membahas penanangan kasus hibah KONI di Kejaksaan Agung.

Artinya apa yang dituduhkan yakni ada uang Rp 7 miliar tidak benar alias fitnah yang sangat tidak berdasar. "Saya juga tidak tahu nama-nama yang disebut (Ulum), ada Ferry, Jusuf , Yunus, kenal saja tidak apa lagi bertemu," jelasnya.

Dia memaparkan kronologis penanganan perkara dugaan korupsi dana hibah KONI yang ditangani Kejaksaan Agung. Awal mulai perkara itu dari pengaduan masyarakat pada 16 Maret 2018. Lalu dilakukan telaah oleh Kasubdit Ladumas pada 6 Juni 2018.

Setelah dilakukan telaah, kata Adi, Direktur Penyidikan pada Jampidsus Warih Sadono (saat itu) mengirimkan Nodis kepada Jampidsus pada 26 Juni 2018 tentang telaah atas laporan pengaduan. Atas nodis tersebut, Adi menyetujui untuk dilakukan penyelidikan. "Tanggal 9 Juli 2018 diterbitkan Sprinlid dan dilaksanakan sesuai dengan SOP," ujarnya.

Setelah dilakukan penyelidikan, lanjut Adi, tim penyelidik melaporkan kepada Dirdik dengan saran agar perkara ini ditingkatkan ke tahap penyidikan. "Ini laporan tim penyelidik tanggal 17 September 2018," tegasnya.

Selanjutnya, 21 Febuari 2019 dilakukan ekspose hasil penyelidikan yang hasilnya ditingkatkan ke tahap penyidikan. Hasil ekspose ia kirim nodis dari Dirdik saat itu (Asri Agung) kepada Jampidsus pada 12 maret 2019.

"Begitu ada nodis tanggal 12 Maret 2019, lalu pada 13 maret 2019 langsung saya setujui untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan," tegasnya.

Jadi, kata Adi, dari awal kronologis penanganan perkara sangat profesional sesuai SOP yang ada dan sesuai semangat Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.

"Jadi rentetan penanganan perkara sangat cepat, tidak ada itu untuk menghentikan perkara, semua berjalan, bahkan sampai sekarang masih berjalan perkara," ungkapnya.

Bahkan, lanjut Adi, dalam perkara ini sudah 50 orang saksi diperiksa oleh tim penyidik dan 2 orang saksi ahli.

"Ini kan berjalan perkaranya, tidak ada untuk menghentikan," ujarnya.

Lalu disinggung soal adanya dana "hiburan" yang diungkapkan Ulum, Adi Toegarisman menegaskan pihaknya tidak pernah ikut terlibat dalam kegiatan atau acara di Kempora dan KONI.

"Boleh dicek, tidak pernah saya ikut kegiatan yang diadakan Kempora dan KONI," tegasnya.

Adi berharap, Kejaksaan Agung dapat mengungkapkan apa motif dan tujuan dari tudingan dan fitnah terhadap dirinya.

"Saya mendorong Kejagung ungkap motif dari fitnah ini," tutupnya.




BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Covid-19 Masih Menyebar, CSIS Usulkan Pilkada Serentak Berbasis Daerah

Peneliti CSIS Arya Fernandes mengemukakan jika Covid-19 belum reda, pilkada serentak mungkin bisa digelar per wilayah atau daerah.

NASIONAL | 18 Mei 2020

Pemerintah: Pelonggaran PSBB Baru Sebatas Pembahasan

Sampai dua minggu ke depan belum akan ada kebijakan pengurangan pembatasan.

NASIONAL | 18 Mei 2020

Pemprov Jateng Siapkan Karantina untuk PMI

Ganjar menegaskan, semua PMI yang pulang ke Jateng harus menjalani karantina minimal 14 hari.

NASIONAL | 18 Mei 2020

Update Covid-19: Bertambah 496, Total Kasus Positif Menjadi 18.010

Terdapat penambahan 496 kasus baru positif Covid-19 di Indonesia selama 24 jam hingga hari ini. Total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 18.010.

NASIONAL | 18 Mei 2020

Bandara Kualanamu Mulai Ramai

Untuk hari ini, ada 18 penerbangan yang datang maupun berangkat melalui Bandara Kualanamu.

NASIONAL | 18 Mei 2020

Gerindra Usulkan Bansos Sembako Covid-19 Diganti Uang Tunai Seluruhnya

Gerindra mengusulkan kepada pemerintah agar mengubah skema bansos kepada masyarakat terkait dampak pandemi virus "corona" (Covid-19) menjadi BST.

NASIONAL | 18 Mei 2020

Belum Ada Penumpukan Penumpang di Bandara Fatmawati Bengkulu

maskapai Lion Air terbang ke Bengkulu, Minggu membawa penumpang dari Jakarta ke Bengkulu sebanyak 69 orang.

NASIONAL | 18 Mei 2020

Pemprov Papua Beli 10 Ton Pangan Lokal untuk Warga Terdampak Covid-19

Sebagian besar pangan lokal dibeli dari pedagang di Kota dan Kabupaten Jayapura.

NASIONAL | 18 Mei 2020

Panen Raya Inisiasi FKDB, Asstafsus Wapres dan Bhabinkamtibmas Sukses

Panen Raya yang diinisiasi FKDB, Kabarhakam Polridan Asstafsus Wapres di Cirebon, Indramayu, Karawang dan Subang berlangsung sukses.

NASIONAL | 18 Mei 2020

Kelanjutan PSBB di Jabar Diserahkan ke Kepala Daerah Masing-masing

Hasil evaluasi ilmiah ini jadi dasar keputusan bapak dan ibu semua apakah akan melanjutkan PSBB di level kabupaten atau kota.

NASIONAL | 17 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS