Ubi Kayu Perkuat Ikatan Silaturahmi Ponpes Sabilulhuda dan Tokoh Katolik Yogyakarta
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Ubi Kayu Perkuat Ikatan Silaturahmi Ponpes Sabilulhuda dan Tokoh Katolik Yogyakarta

Senin, 18 Mei 2020 | 17:41 WIB
Oleh : Asni Ovier / RSAT

Sleman, Beritasatu.com - Ubi kayu selain menjadi makanan pokok ternyata juga mampu menjadi sarana memperkuat ikatan tali silaturahmi. Peristiwa ini terjadi di Pakem Sleman, Yogyakarta saat Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes_ Sabilulhuda menerima rombongan dari tokoh Katolik Yogyakarta, Minggu (17/5/2020).

Dalam pertemuan tersebut diserahkan 1.500 bibit ketela pohon (ubi kayu) kepada Pengasuh Ponpes Sabilulhuda, KH Sigit Hidayat Nuri.

Rombongan tamu terdiri dari Romo Ferdinandus Effendi Kusuma Sunur SJ yang keseharian berkarya sebagai Romo Mahasiswa di Kevikepan DIY, Romo Antonius Banu Kurnianto Pr selaku Romo Paroki Santa Maria Asumpta, Pakem, Sleman, dan Benedictus Belariantata sebagai Ketua Ikatan Sarjana Kotilik Indonesia Sleman. Hadir pula dalam pertemuan tersebut Makruf Wahyu yang dikenal dengan sebutan Gus Makruf.

"Ternyata corona tak hanya membawa duka tapi juga membawa suka cita. Satu refleksi bahwa memang kita berasal dari roh yang sama yang membuat kita terhimpun satu sama lain," ungkap Romo Ferdinandus Effendi Kusuma Sunur

Gus Makruf yang mewakili ponpes menegaskan bahwa pademi Covid-19 itu menyerang siapa saja, tidak membedakan agama, suku, ras atau penduduk mana. Dan dampak yang ditimbulkan Covid-19 meluluhlantakan semua sendi kehidupan manusia tanpa terkecuali termasuk, hubungan kekerabatan, dan kemasyarakatan.

“Justru di sinilah sebenarnya kita semua tanpa dipandang latar belakang, asal usul seseorang menghadapi musuh bersama dan harus dicarikan jalan keluar bersama. Ini memberi pelajaran bagi kita semua, apapun agamamu, apapun sukumu, apapun kebangsaanmu, penderitaan kita sama. Dan justru di sinilah, tali silaturahmi harus diperkuat untuk menghadapi penderitaan,” tegas Gus Makruf.

Makna dari bibit ketela pohon ini, Gus Makruf menambahkan, bukan sekadar bibit tetapi justru kehidupan. Ketela pohon relatif tanaman yang cepat menghasilkan dibandingkan tanaman-tanaman pangan lainnya. Ini artinya, tandas Gus Makruf, kehidupan manusia, hubungan kemasyarakatan tanpa sekat harus segera dipulihkan dengan cara yang sederhana dan bukan dengan cara yang sulit.

“Ini menjadi media kita untuk mengenal satu sama lain secara lebih baik. Sekaligus, dari tanaman itu nanti bisa menarik mata air sekaligus orang mendapatkan manfaat. Ketela ini juga bagian dari konsep kita karena ketela ini ketahanan pangan karena kedepannya ada potensi kesulitan bahan pangan. Maka salah satu yang paling mudah untuk ditanam dan untuk bisa memberikan sumber pangan adalah ketela pohon. Inti gotong royong ada di sini, dan gotong royong untuk kehidupan,” tandas Gus Makruf.

Menanggapi hal tersebut, Romo Paroki Gereja Santa Maria Asumpta yang bertetangga dengan pondok pesantren berharap agar kedepannya kerja sama ini terjalin terus. Agar nantinya bisa memberikan manfaat bagi banyak orang.
"Semoga ini akan bermanfaat bagi kita. Nanti kedepannya akan diperbanyak untuk dibagikan kepada masyarakat. Bagian memberi pemanfaat yang optimal kepada masyarakat," ungkap Antonius Banu Kurnianto Pr

Sementara itu, Benedictus Bela Rian Tata Ketua mengharapkan tali silaturahmi seperti ini dijalin terus dan dikembangkan secara luas tidak hanya untuk Pakem, Sleman.

Menurutnya, masyarakat Yogya banyak yang telah meninggalkan budaya silaturahmi berdasarkan budaya dan adat. Begitu banyak nilai budaya lokal yang memberikan arah kepada masyarakatnya dalam kehidupan bersama.

“Pakem, Sleman adalah rumah bersama. Semua penghuni rumah harus makan dan dipastikan tidak ada yang menderita. Itulah substansinya dari silaturahmi dengan menanyakan, Apa Kabar? Kabar baik atau kabar buruk itu tergantung pada tetangga atau sesama penghuni. Hari ini saya mendapatkan pelajaran silaturahmi yang luar biasa,” tegas Benedictus Belariantata.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mulai Beroperasi, Bus AKAP Akan Ditempel Stiker Khusus

Bus AKAP yang diperbolehkan beroperasi saat PSBB akan dipasang stiker khusus yang dilengkapi QR code.

NASIONAL | 11 Mei 2020

Danone Indonesia Salurkan Bantuan Lewat Kementerian PPPA dan Kemkes

Danone Indonesia memberikan bantuan melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

NASIONAL | 18 Mei 2020

Prosesi Garebeg Sawal Keraton Yogya Ditiadakan

Selain prosesi arak-arakan Gunungan yang ditiadakan, prosesi Numplak Wajik yang sedianya digelar tiga hari sebelum pelaksanaan Garebeg Sawal, juga ditiadakan.

NASIONAL | 18 Mei 2020

Hasil Uji Swab Terbaru, Mantan Kapolda Bengkulu Negatif Covid-19

Dalam uji "swab" terbaru, mantan Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Supratman, dinyatakan negatif Covid-19.

NASIONAL | 18 Mei 2020

Eks Jampidsus Tepis Tudingan Ulum soal Dana Rp 7 M di Kasus KONI

"Itu tudinganan yang sangat keji terhadap saya, fitnah," kata Adi Toegarisman.

NASIONAL | 18 Mei 2020

Covid-19 Masih Menyebar, CSIS Usulkan Pilkada Serentak Berbasis Daerah

Peneliti CSIS Arya Fernandes mengemukakan jika Covid-19 belum reda, pilkada serentak mungkin bisa digelar per wilayah atau daerah.

NASIONAL | 18 Mei 2020

Pemerintah: Pelonggaran PSBB Baru Sebatas Pembahasan

Sampai dua minggu ke depan belum akan ada kebijakan pengurangan pembatasan.

NASIONAL | 18 Mei 2020

Pemprov Jateng Siapkan Karantina untuk PMI

Ganjar menegaskan, semua PMI yang pulang ke Jateng harus menjalani karantina minimal 14 hari.

NASIONAL | 18 Mei 2020

Update Covid-19: Bertambah 496, Total Kasus Positif Menjadi 18.010

Terdapat penambahan 496 kasus baru positif Covid-19 di Indonesia selama 24 jam hingga hari ini. Total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 18.010.

NASIONAL | 18 Mei 2020

Bandara Kualanamu Mulai Ramai

Untuk hari ini, ada 18 penerbangan yang datang maupun berangkat melalui Bandara Kualanamu.

NASIONAL | 18 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS