Senin, 7 Agustus 2023

Ini Klarifikasi Kemlu Tentang Indonesia Disebut Dukung Investigasi Covid-19

Penulis: Natasia Christy Wahyuni | Editor: JAS
Senin, 18 Mei 2020 | 23:19 WIB
Ilustrasi Covid-19.
Ilustrasi Covid-19. (AFP)

Jakarta, Beritasatu.com - Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) akan menggelar pertemuan virtual Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly/WHA) yang berfokus kepada pembahasan Covid-19. Setidaknya 116 negara, menurut jaringan televisi Australia, ABC News, Senin (18/5/2020), telah memberikan dukungan (co-sponsor) atas draf resolusi terkait investigasi independen yang diharapkan disahkan dalam pertemuan WHA tersebut.

Lebih dari 100 negara termasuk 50 negara Afrika dan seluruh negara anggota Uni Eropa (UE) disebut mendukung resolusi untuk menyerukan penyelidikan independen atas pandemi virus corona. Menurut ABC News, koalisi negara-negara yang memberikan dukungan antara lain Inggris, Kanada, India, Indonesia, Jepang, Selandia Baru, dan Rusia.

Terkait hal itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, memberikan klarifikasi. Menurut Faizasyah, rancangan resolusi itu mencakup banyak hal yang intinya terkait kerja sama dan penguatan multilateralisme dalam menghadapi pandemi.

“Tidak ada referensi mengenai investigasi dalam rancangan resolusi tersebut, yang ada adalah evaluasi berdasarkan konsultasi dengan negara-negara anggota apabila diperlukan,” kata Faizasyah saat dihubungi Beritasatu.com di Jakarta, Senin (18/5/2020).

Advertisement

Faizasyah menegaskan istilah koalisi kurang tepat. “Istilah yang tepat dan baku dalam kerangka kerja sama multilateralisme adalah beberapa negara bersama-sama menjadi co-sponsor satu rancangan resolusi,” ujarnya.

Faizasyah mengatakan resolusi yang diusulkan ke dalam WHA tersebut juga dalam kerangka mekanisme sebelumnya, yaitu belajar dari pengalaman koordinasi yang selama ini dilakukan WHO (lesson learnt).

“Jadi bukan merupakan investigasi independen,” katanya.

Australia menjadi negara pertama yang meminta penyelidikan independen tentang asal mula virus corona. Usulan tersebut memicu kecaman keras dari Tiongkok karena menganggap Australia melancarkan serangan kepada negara itu.

Australia tidak secara khusus menyebut Tiongkok atau kota Wuhan sebagai pusat penularan virus, namun meminta WHO bekerja sama dengan Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan (World Organisation for Animal Health) agar melakukan misi lapangan kolaboratif dan ilmiah dan mengidentifikasi sumber zoonosis virus dan rute pengenalannya kepada populasi manusia, termasuk kemungkinan peran dari inang perantara. Menurut sumber-sumber Australia, bahasa itu cukup kuat untuk memastikan penyelidikan tepat dan menyeluruh. 



Sumber: BeritaSatu.com

Bagikan

BERITA TERKINI

Mahasiswa UI Dibunuh, Ketua Himpunan Sastra Rusia Tak Sangka Stafnya Tewas di Tangan Teman Kontrakannya

MEGAPOLITAN 8 menit yang lalu
1060857

BAF Lions Run 2023, Ajang Lari Amal Galang Donasi Entaskan Kelaparan

SPORT 1 jam yang lalu
1060856

Soal Maju Jadi Cawapres, Khofifah Belum Dapat Lampu Hijau dari PBNU

BERSATU KAWAL PEMILU 2 jam yang lalu
1060855

PMN Dibatalkan, Waskita Kembalikan Uang Negara Rp 3 Triliun

EKONOMI 3 jam yang lalu
1060854

Pengasuh Ponpes Kauman Puji Kepemimpinan Ganjar sebagai Gubernur Jateng

NUSANTARA 3 jam yang lalu
1060840

Wisata Taman Rekreasi Pesawat, Nikmati Detik-Detik Pesawat Terbang dan Kuliner Seru

NUSANTARA 4 jam yang lalu
1060853

Hasil Newcastle United vs Villarreal: The Magpies Menang Telak 4-0

SPORT 4 jam yang lalu
1060861

Hasil Arsenal vs Man City: Dramatis, Meriam London Juara Community Shield Lewat Adu Penalti

SPORT 5 jam yang lalu
1060859

Hasil Man Utd vs Athletic Bilbao 1-1: Pellistri Selamatkan Setan Merah dari Kekalahan

SPORT 5 jam yang lalu
1060858

Pertama Kali, RSUD NTB Berhasil Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam

NUSANTARA 5 jam yang lalu
1060851
Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon

B-FILES


Meregang Nyawa di Pelintasan Sebidang

Opini Text

Identitas Indonesia

Identitas Indonesia

Yanto Bashri
Jokowi Apa Kehendakmu?

Jokowi Apa Kehendakmu?

Guntur Soekarno