BUMN Harus Perkuat Ketahanan Nasional

BUMN Harus Perkuat Ketahanan Nasional
Tanri Abeng meluncurkan buku "Pelajaran Bagi Bangsa, 50 Tahun Kinerja Profesional Tanri Abeng" yang ditulis oleh peneliti Fachry Ali, Jakarta, 15 Maret 2019 ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Yeremia Sukoyo / WM Senin, 18 Mei 2020 | 15:49 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diharapkan dapat memperkuat semua sektor ketahanan nasional di tengah keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Jika tidak maka akan sulit bagi Indonesia untuk bertahan di tengah berbagai permasalahan global sebagai akibat penyebaran virus yang melanda.

Mantan Menteri Negara Pemberdayaan BUMN, Tanri Abeng menegaskan, ketahanan ekonomi adalah sektor yang paling vital untuk bisa mempertahankan ketahanan nasional. Pemerintah harus fokus untuk memperkuat ketahanan ekonomi melalui BUMN yang dimiliki.

"Ketahanan nasional sangat dipengaruhi ketahanan ekonomi. Kita fokus BUMN harus berkontribusi kepada ketahanan ekonomi. Kalau BUMN berpikir macam-macam selain ketahanan ekonomi, akan sulit," kata Tanri Abeng, dalam diskusi "Memobilisasi Kekuatan Sumberdaya BUMN di masa Pandemi Covid-19" yang digagas LP3ES, di Jakarta, Senin (18/5/2020).

Menurutnya, keberadaan BUMN saat ini harus refokus kembali untuk memperbaiki struktur, manajemen, dan lain sebagainya. Dibutuhkan strategi jitu agar BUMN dapat berjalan dengan lebih efisien dan efisien tanpa mengurangi kemampuan yang diharapkan.

"Kalau strategi itu berjalan, harusnya semua BUMN itu sudah bisa go public. BUMN harus refokus kembali, termasuk memperbaiki struktur, manajemen, dan lain-lain," ujarnya.

Dirinya menceritakan, krisis pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi di Indonesia akan sama dengan krisis ekonomi 1998. Pemerintah beserta seluruh komponen bangsa harus bisa bergerak cepat agar tidak terjebak lebih dalam dalam jurang krisis.

"APBN kita anjlok, dia akan mempengaruhi pergerakan kurs rupiah dan akan mempengaruhi pertumbuhan. Di krisis 1998 pertumbuhan kita minus 14 persen, akan mempengaruhi fiskal karena terjadi defisit.

"Kita harus belajar apa yang dilakukan pada 98 untuk menghadapi krisis sekarang. Kalau dibiarkan berlarut-larut, kondisi 98 bisa berulang di krisis Covid ini," ujarnya mengingatkan.

Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan menegaskan, saat ini yang perlu diperkuat adalah BUMN di bidang ketahanan pangan. Mengingat krisis pandemi Covid-19 tidak ada yang bisa memastikan akan berlangsung berapa lama.

"BUMN di bidang pangan masih kalah dengan bidang-bidang lain. BUMN juga sangat lemah di bidang ekspor. Seperti Indonesia, seharusnya lebih unggul di bidang buah tropis. Dalam masa krisis kita harus bisa refocusing kembali," kata Dahlan Iskan.

Namun demikian, diakui, keberlangsungan BUMN sangat tergantung dengan politik. Perubahan pucuk pimpinan negara akan bisa mengubah roadmap kinerja BUMN.

Dirinya mengingatkan, sedikitnya ada empat bidang yang harus diperkuat agar BUMN dapat memperkuat ketahanan nasional. Diantaranya yakni memperkuat BUMN dibidang ketahanan pangan, ketahanan persenjataan, ketahanan energi dan ketahanan moneter.

"Praktis sebetulnya seluruh BUMN bisa introspeksi, apakah masuk ke dalam empat bidang itu. Kalau tidak bisa dipertahankan, maka lepas saja. Kalau dipertahankan, maka harus bisa memberikan kontribusi bagi negara melalui keuntungannya," ucap Dahlan.



Sumber: BeritaSatu.com