Menhub Tanggapi Masukan DPR Terkait Pengendalian Transportasi

Menhub Tanggapi Masukan DPR Terkait Pengendalian Transportasi
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Senin, 11 Mei 2020 | 15:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan pihaknya telah menindaklanjuti arahan dari Komisi V DPR untuk melakukan evaluasi pada implementasi kebijakan pengendalian transportasi.

Di antaranya adalah terkait minimnya jumlah petugas kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta. Sedangkan, ratusan hingga ribuan WNI dari luar negeri memadati bandara tersebut per harinya setelah dibukanya penerbangan repatriasi WNI dari luar negeri.

"Seperti misalnya ada kedatangan para pekerja WNI dari luar negeri di Bandara Soekarno Hatta. Saya menyampaikan usulan agar pihak Angkasa Pura II membantu mengawasi protokol kesehatan yang dilakukan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara yang kekurangan petugas, sehingga sempat terjadi antrian panjang pada 7 Mei lalu," ungkap Budi Karya kepada Komisi V DPR melalui rapat kerja virtual, Senin (11/5/2020).

Baca: Kedatangan PMI Meningkat, Bandara Soetta Perketat Pemeriksaan

Dirinya menambahkan, hari ini dilaporkan ada tujuh penerbangan dan kedatangan 1.300 orang WNI di Bandara Soetta.

"Mudah-mudahan setelah adanya tambahan personil kesehatan tidak terjadi antrian lagi. Jadi, self correction dan perbaikan terus kami lakukan," imbuhnya.

Pada rapat tersebut, Menhub Budi menyatakan pihaknya menerima segala masukan dan kritikan yang konstruktif dari pada anggota Komisi V DPR.

Baca: 40 Penumpang di Bandara Soetta Positif Covid-19

Sebagai informasi, per Minggu (10/5/2020), penerbangan repatriasi ke Bandara Soetta telah mengantar pulang 15.000 WNI ke Tanah Air. Sebanyak 40 WNI di antaranya terindikasi positif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test. Penumpang yang dinyatakan positif tersebut nantinya akan ditangani di RS rujukan. Salah satunya di RS Darurat Wisma Atlet.

Untuk menghindari penularan, PT Angkasa Pura II juga menerapkan physical distancing di titik-titik pemeriksaan suhu tubuh, pengecekan berkas kelengkapan perjalanan, pemeriksaan keamanan, pemeriksaan dokumen imigrasi dan lain sebagainya.



Sumber: BeritaSatu.com