Revolusi Industri 4.0, Kemhub Dorong Digitalisasi Sistem Transportasi

Revolusi Industri 4.0, Kemhub Dorong Digitalisasi Sistem Transportasi
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, melihat secara langsung sistem pelayanan dalam jaringan (daring), Inaportnet dan aplikasi My JICT, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (4/3). (Foto: Istimewa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Selasa, 12 Mei 2020 | 11:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) saat ini sedang mengembangkan kesiapan transportasi Tanah Air dalam menghadapi teknologi 4.0 yang ramah lingkungan. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kemhub Djoko Sasono ketika mengikuti Asia Europe Meeting Senior Transport Official Meeting (ASEM-TSOM) yang digelar secara virtual, Selasa (12/5/2020).

Menurut Djoko, salah satu bentuk digitalisasi yang diupayakan Kemhub adalah sistem Inaportnet (Indonesia Port Net) yang sudah diterapkan di 33 pelabuhan di Indonesia sejak tahun 2016.

"Untuk tahun 2020, Inaportnet akan diimplementasikan di 20 pelabuhan tambahan," ungkap Djoko.

Dikutip dari laman resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Inaportnet 2.0 dapat mempercepat pelayanan di pelabuhan. Di antaranya adalah mempercepat proses laporan kedatangan atau keberangkatan kapal dari 1 hari menjadi 10 menit.

Inaportnet ini dapat mempermudah pengurusan pelayanan kapal karena hanya membutuhkan akses internet dan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk operasional pengurusan pelayanan kapal ke otoritas pelabuhan, syahbandar dan terminal.

Dengan Inaportnet, pengguna dapat melacak posisi kapal dan pergerakan kontainer, sehingga dapat meningkatkan transparansi kinerja pelayanan.

"Untuk perhubungan udara, Indonesia juga telah mempersiapkan konsep Smart Airport yang menerapkan Teknologi 4.0 dalam pembangunan dan pengembangan bandara. Ini juga sudah masuk dalam Rencana Strategis Kementerian Perhubungan," jelas Sesjen Djoko.

Digitalisasi, ungkap Djoko, juga dilakukan di sektor perkeretaapian. Sejak 2019, Indonesia telah meluncurkan portal website untuk perizinan badan usaha dengan pola one single submission (OSS).

Kemhub juga sudah menyediakan sistem sertifikasi SDM perkeretaapian scara daring.

Lebih lanjut, Djoko menambahkan, sertifikasi berbasis digital ini nantinya akan diterapkan untuk sertifikasi kelayakan sarana tahun ini.

Terkait dekarbonisasi, Sesjen Djoko menjelaskan bahwa Indonesia telah menyusun beberapa kebijakan seperti Pembangunan Rendah Karbon (PRK) yang tertera dalam RPJMN 2020-2024.

"Kebijakan ini menargetkan penurunan intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) untuk semua sektor transportasi agar lebih ramah lingkungan. Contohnya seperti MRT di Ibu Kota Jakarta dan LRT yang ada di Kota Palembang, Sumatera Selatan," tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com