Menko PMK Akui Tidak Mudah Cari Data Warga Miskin

Menko PMK Akui Tidak Mudah Cari Data Warga Miskin
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam kunjungan ke Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jumat (15/5/2020). (Foto: Beritasatu.com / Vento Saudale)
Lenny Tristia Tambun / CAH Selasa, 19 Mei 2020 | 18:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengakui tidak mudah mencari data warga miskin. Karena itu, data warga miskin yang sinkron merupakan kendala dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) baik berupa sembako maupun tunai.

"Perlu diketahui bahwa ternyata untuk mencari data orang miskin juga tidak mudah,” kata Muhadjir Effendy dalam konferensi pers seusai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui video conference, Selasa (19/5/2020).

Menurutnya, pencairan dana bansos tunai sangat mudah. Namun, yang paling sulit dihadapi pihaknya adalah melakukan pendataan warga miskin dengan ketentuan yang sangat ketat.

Baca Juga: Banyak Penerima Bansos Salah Sasaran, Istana Akui Gunakan Data 2015

"Sebetulnya kalau mencarikan dananya mudah, tetapi untuk mendata orang miskin yang sesuai apalagi dengan ketentuan-ketentuan yang sangat ketat seperti yang selama ini sudah dilakukan itu juga tidak mudah,” terang Muhadjir Effendy.

Hingga saat ini, dari 9 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang ditargetkan menerika bansos dari Kementerian Sosial, ternyata masih ada 700.000 lagi data warga miskin yang belum terhimpun.

Seperti di DKI Jakarta, lanjutnya, dari 1,3 juta KPM penerima bansos, baru yang terdata hanya 1 juta KPM saja. Dan saat ini, Kementerian Sosial sedang mendata 300.000 KPM lagi yang belum terdata.

“Tapi sekarang datanya sudah ada 1,2 juta KPM. Jadi masih ada 100.000 lagi,” ujar Muhadjir Effendy.

Baca Juga: Ada Warga Meninggal Terima Bansos, Istana Minta Pemda Perbarui Data

Untuk menghimpun data warga miskin agar akurat dan valid, diakuinya membutuhkan kesabatan dan waktu yang cukup lama. Tetapi pemerintah optimistis mampu menyelesaikan secepatnya agar penyaluran bansos dapat diselesaikan secepatnya seperti instruksi Presiden Jokowi.

"Jadi antara sabar, hati-hati tapi juga cepat ini memang tidak mudah. Dua hal yang kadang-kadang memang paradoks. Kalau kita mau cepat biasanya harus sembrono. Tapi kalau kita mau hati-hati ya harus pelan,” ungkap Muhadjir Effendy.

Ia memastikan, menjelang atau awal Lebaran, dana bansos tunai akan segera tersalurkan ke masyarakat yang membutuhkan. "Ini sesuai dengan arahan bapak presiden. Target kita dalam menjelang Lebaran ataupun juga awal Lebaran itu nanti dana-dana baik dari Kemensos maupun dana dari mendes akan bisa tersalurkan,” jelas Muhadjir Effendy.



Sumber: BeritaSatu.com