Bandara Dibuka, Kemhub: Mayoritas Penumpang untuk Keperluan Dinas

Bandara Dibuka, Kemhub: Mayoritas Penumpang untuk Keperluan Dinas
Penumpang pesawat di bandara. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Kamis, 14 Mei 2020 | 14:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Berdasarkan pantauan Kementerian Perhubungan (Kemhub), mayoritas pengguna moda transportasi udara adalah untuk keperluan dinas sejak dibukanya kembali penerbangan komersial. Data ini berdasarkan pantauan Kemhub di 50 bandara sejak diberlakukannya Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19 pada 7 Mei 2020 hingga 12 Mei 2020.

Baca: Kemhub: Mudik Tetap Dilarang Tanpa Pengecualian

Menurut Juru Bicara Kemhub Adita Irawati, 91% penumpang pesawat adalah mereka yang memiliki keperluan perjalanan dinas dari lembaga pemerintah atau swasta. Kemudian, diikuti oleh keperluan repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI), WNI, pelajar/mahasiswa, serta pemulangan orang dengan alasan khusus dengan 5%.

Lalu, penumpang yang harus melakukan perjalanan karena anggota keluarganya meninggal atau sakit keras sebanyak 3%.

"Terakhir, penumpang dengan keperluan perjalanan pasien yang butuh pelayanan kesehatan darurat sebanyak 2%," ungkap Adita, Kamis (14/5/2020).

Di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), ungkap Adita, tercatat 718 penumpang dengan keperluan dinas pada periode yang sama.

“Sembilan penumpang merupakan pasien yang butuh pelayanan kesehatan darurat, serta 19 penumpang lainnya repatriasi,” imbuhnya.

Baca: Larangan Mudik, 9.092 Kendaraan di Tol Cikarang Barat Dialihkan

Lebih lanjut, Adita menjelaskan, pengendalian transportasi sesuai dengan SE Gugus Tugas masih terkendali dan berjalan baik di seluruh moda transportasi.

“Kami terus melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan SE Gugus Tugas yang dalam pelaksanaannya berkoordinasi dengan para operator transportasi, TNI, Polri, Pemda, Gugus Tugas Covid-19 dan instansi terkait lainnya,” jelas Adita.

Adapun pemerintah pusat membuka layanan transportasi untuk mereka yang bepergian dengan alasan tertentu. Pada keberangkatannya, penumpang diwajibkan memenuhi berbagai persyaratan termasuk menunjukkan KTP, surat tugas, hasil tes negatif Covid-19 dan lain sebagainya. 

Baca: Tekan Covid-19, AP II Perketat Protokol Kesehatan Penumpang di Soetta

Dengan dibukanya jalur transportasi, pihak bandara juga telah memperketat protokol kesehatan penumpang. Di antaranya adalah wawancara terhadap WNI dan WNA, pemeriksaan suhu hingga rapid test.



Sumber: BeritaSatu.com