Cegah Covid-19, Plan Indonesia Distribusi 6 Juta Liter Air Bersih di Nagekeo

Cegah Covid-19, Plan Indonesia Distribusi 6 Juta Liter Air Bersih di Nagekeo
Ilustrasi penyaluran air bersih. (Foto: ANTARA FOTO)
Heriyanto / HS Rabu, 20 Mei 2020 | 09:43 WIB

Kupang, Beritasatu.com - Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) mendistribusikan lebih dari 6 juta liter air bersih gratis ke 81 dusun pada 29 desa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/5/2020), Plan Indonesia menjelaskan kegiatan yang dilakukan pada Mei hingga Juni 2020 ini juga meliputi penyediaan 122 tandon air yang terus terisi. Hal itu akan mempermudah masyarakat dalam mengambil air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

“Ini sebagai bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masyarakat yang merupakan salah satu langkah pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Zuniatmi selaku Deputy Program Implementation Area Manager dari Plan Indonesia.

Lembaga tersebut menjelaskan Kabupaten Nagekeo merupakan salah satu wilayah yang masih mengalami krisis air bersih. Ketika musim kemarau tiba, warga Nagekeo harus mengambil air di embung/cekungan penampung air yang bercampur dengan kotoran ternak. Demikian juga sebagian warga lainnya harus membeli air bersih. Padahal untuk mencegah penularan Covid-19, masyarakat di Nagekeo membutuhkan akses sarana cuci tangan berupa air bersih mengalir dan sabun di tempat-tempat umum.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Provinsi NTT tahun 2007, menyebutkan hampir 50% rumah tangga mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih pada musim kemarau. Sedangkan hasil Riskesdas 2010 menunjukkan 42% penduduk di NTT hanya menggunakan 20 liter air per orang per hari. Rendahnya pemakaian air tersebut, menempatkan NTT pada urutan pertama dalam hal pemanfaatan air yang rendah di Indonesia.

Plan Indonesia menyadari bahwa air bersih merupakan kebutuhan primer menyokong aktifitas anak dan kaum muda beserta keluarganya.

Eka Hadiyanto, Program Implementation Area Manager Plan Indonesia di Flores menyampaikan, “Penting bagi anak dan kaum muda untuk mengerti dan menjaga kebersihan sehari-hari, bukan hanya untuk melindungi diri mereka melainkan orang tua yang lebih rentan terpapar Covid-19,” jelasnya.

Melalui kegiatan pemenuhan kebutuhan air bersih, Plan Indonesia ingin menunjukkan dukungan kepada pemerintah dan masyarakat Nagekeo.

Eka menjelaskan bahwa bantuan distribusi air bersih merujuk pada Standard Operating Procedure (SOP) dari fase pendataan penerima manfaat, persiapan distribusi, pelaksaan distribusi hingga evaluasi setelah distribusi. Alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan juga wajib dikenakan oleh tim distribusi di lapangan.

“Keselamatan dan keamanan staf dan relawan di wilayah dampingan Plan Indonesia adalah prioritas kami. Karenanya seluruh tim respons telah diberikan pelatihan terkait distribusi sesuai dengan SOP situasi pandemi Covid-19 dan kode etik Plan Indonesia.” jelasnya.

Dukungan Plan Indonesia terhadap PHBS merupakan bagian dari rangkaian upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di NTT. April lalu, Plan Indonesia telah mendistribusikan 31.556 paket kebersihan diri (hygiene kits) dan 25.128 poster informasi tentang pencegahan Covid-19 di tiga kabupaten dampingan di NTT yang meliputi Timor Tengah Selatan (TTS), Lembata dan Nagekeo.



Sumber: BeritaSatu.com