Mendikbud Belum Bisa Pastikan Kapan Siswa Bisa Kembali Sekolah

Mendikbud Belum Bisa Pastikan Kapan Siswa Bisa Kembali Sekolah
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. ( Foto: Istimewa )
/ YUD Rabu, 20 Mei 2020 | 17:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan kapan tepatnya siswa bisa kembali belajar di sekolah.

"Mengenai isu pembukaan sekolah kembali, kami memang sudah menyiapkan beberapa skenario, namun hal itu menjadi diskusi pada pakar-pakar dan keputusannya masih dalam pembahasan Gugus Tugas (Percepatan Penanganan Covid-19)," ujar Nadim dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR, di Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Baca juga: Mendikbud :Pembelajaran Jarak Jauh Tumbuhkan Empati Guru dan Orangtua

Dia menambahkan pihaknya terus berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terkait proses belajar-mengajar di sekolah. Untuk itu pihaknya meminta agar masyarakat tidak mudah percaya dengan isu yang menyebutkan bahwa sekolah kembali dibuka pada awal tahun 2021.

"Jadi saya tidak bisa memberikan pernyataan apa-apa, karena keputusannya ada pada Gugus Tugas," ujar dia.

Dia menambahkan pandemi Covid-19 memang berdampak pada dunia pendidikan karena seluruh negara di dunia menyelenggarakan pembelajaran dari rumah. Meski mengalami "penurunan" pada saat ini, Nadiem yakin usai pandemi Covid-19 terdapat sejumlah perubahan-perubahan baru di dunia pendidikan, mulai dari teknologi hingga pola pikir.

Baca juga: Pidato Peringatan Hardiknas, Mendikbud: Pendidikan Hasil Kolaborasi Guru, Siswa, dan Orang Tua

Dalam kesempatan itu, Nadiem juga mengatakan pihaknya akan memasukkan proses pendidikan pada saat pandemi Covid-19 itu ke dalam cetak biru pendidikan.

Anggota Komisi X DPR Rano Karno meminta agar Nadiem memberikan gambaran mengenai penerapan Merdeka Belajar pada saat kondisi krisis karena pandemi Covid-19.

Baca juga: Mendikbud: Dana BOS Bisa untuk Beli Kuota Internet Siswa

Rapat dengar pendapat dengan Mendikbud tersebut membahas mengenai pemotongan anggaran Kemdikbud sebesar Rp4,9 triliun untuk penanganan Covid-19. Dalam rapat itu, fraksi-fraksi yang ada di Komisi X DPR menyetujui perubahan anggaran Kemendikbud tersebut yang sebelumnya berjumlah Rp75,7 triliun menjadi Rp70,7 triliun.



Sumber: ANTARA