Bansos Tunai Ditargetkan Tersalurkan 100 Persen H-1 Idulfitri

Bansos Tunai Ditargetkan Tersalurkan 100 Persen H-1 Idulfitri
Ilustrasi bantuan langsung tunai (BLT), (Foto: Antara)
Ari Suprianti Rikin / YUD Rabu, 20 Mei 2020 | 21:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Sosial (Kemsos) menargetkan penyaluran bantuan sosial tunai (BST) lewat PT Pos Indonesia dan himpunan bank negara (Himbara) tahap I bagi 8,3 juta keluarga di seluruh Indonesia non Jabodetabek akan rampung H-1 sebelum Idulfitri atau akhir pekan ini.

Baca juga: Gerindra Usulkan Bansos Sembako Covid-19 Diganti Uang Tunai Seluruhnya

BST menjadi salah satu jaring pengaman sosial bagi keluarga-keluarga terdampak Covid-19 yang memang layak dibantu. Pemerintah menargetkan 9 juta keluarga tersentuh program ini. Namun di tahap pertama, usulan data nama penerima yang diserahkan pemerintah daerah baru 8,3 juta.

Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemsos Asep Sasa Purnama mengatakan, data keluarga penerima manfaat (KPM) yang masuk hingga, Rabu (20/5/2020) sejumlah 8.346.645 KPM.

Baca juga: Polda Sumut Usut Kasus Pemotongan Dana Bantuan Sosial Tunai

"Ini menjadi acuan kami dalam menyalurkan BST kepada KPM. Masih ada sekitar 390.000 data yang kami tunggu," katanya dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Asep menambahkan, realisasi penyaluran BST tahap 1 hingga Rabu (20/5) mencapai 4.458.130 KPM dengan rincian 753.998 KPM disalurkan Himbara dengan nilai bantuan Rp 452,3 miliar. BST oleh Himbara ini penyalurannya sudah 100 persen.

Sedangkan sisanya sebesar 3.704.132 KPM disalurkan oleh PT Pos Indonesia. Jika diakumulasikan penyaluran BST sudah mencapai 50 persen.

Baca juga: Masih Lambat, Jokowi Instruksikan Distribusi Bansos Tunai Dipercepat

"Kami berharap akselerasi penyaluran yang dilalukan PT Pos Indonesia bisa makin cepat dengan model salur yang dikembangkan," ucapnya.

Untuk mempercepat penyaluran, PT Pos melakukan terobosan dengan menambah jumlah titik penyaluran dan memperpanjang jam operasional dari pukul 07.00-22.00. Penyaluran juga tidak hanya dilakukan di kantor Pos tetapi juga berbasis komunitas dengan memanfaatkan sekolah atau kantor desa/kelurahan.

"Titik salur juga diperbanyak untuk mengurangi penumpukan KPM dan protokol kesehatan dijalankan. Berharap Sabtu (23/5/2020) target 8,3 juta bisa kita gapai," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com