FK-LJKD Jatim Salurkan Bansos untuk Masyarakat

FK-LJKD Jatim Salurkan Bansos untuk Masyarakat
Penyaluran bantuan 1.149 paket sembako oleh Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Daerah Jawa Timur (FK-LJKD Jatim) kepada masyarakat terdampak Covid-19, Rabu (20/5/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Amrozi Amenan / FER Rabu, 20 Mei 2020 | 23:27 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Daerah Jawa Timur (FK-LJKD Jatim) menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa 1.149 paket sembako.

Baca Juga: Pemprov Jatim Bagikan Paket Sembako ke Warganya di Jabodetabek

Bansos tersebut, diperuntukkan untuk guru honorer, para porter di stasiun kereta api Gubeng dan Bandara Juanda, sopir Organda, para janda fakir miskin di wilayah Jojoran dan Keputih serta pengurus takmir masjid di wilayah Surabaya.

Sebelumnya FK-LJKD Jatim juga telah menyalurkan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) dan dana untuk tenaga medis kepada RS Universitas Airlangga sebagai bentuk kepedulian sosial atas pandemi Covid-19.

Bansos yang disalurkan oleh FK-LJKD Jatim adalah paket sembako yang dibeli langsung dari pelaku UMKM di kota Surabaya dan selanjutnya didistribusikan kepada para penerima dengan memanfaatkan jasa ojek online.

"Melalui mekanisme ini semua pihak memperoleh manfaat dari sisi ekonomi," kata Wakil Ketua FK-LJKD Jatim, Nur Harjantie, Rabu (20/5/2020).

Baca Juga: Anies Baswedan Apresiasi Donasi Rp 5 Miliar dari Bank DKI

Menurut Nur Harjantie, pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, namun juga berdampak pada kehidupan perekonomian seluruh lapisan masyarakat terutama masyarakat lapisan bawah.

“Melalui penyaluran bansos ini kami ingin menyampaikan pesan kepada semua pihak bahwa sekecil apapun bantuan kita saat ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19” papar Nur Harjantie.

Sementara, Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Bambang Mukti Riyadi menjelaskan, bansos FK-LJKD Jatim juga berasal dari para karyawan industri jasa keuangan.

Bambang menegaskan, semakin banyak pihak yang terlibat dalam penyaluran bansos dapat menekan dampak sosial yang ditimbulkan akibat penerapan PSBB, sebagaimana yang dilakukan oleh Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) dan BPJS ketenagakerjaan Jawa Timur (anggota FK-LJKD Jatim) yang telah menyerahkan bantuan beras puluhan ton untuk warga Jawa Timur terdampak pandemi Covid-19.

Baca Juga: Menko PMK Akui Tidak Mudah Cari Data Warga Miskin

"Kita berharap agar kegiatan seperti ini dapat berkesinambungan dan menginspirasi berbagai pihak untuk melakukan kegiatan sejenis dengan skala yang lebih besar dan lebih luas cakupan penerimanya," kata Bambang.

 



Sumber: BeritaSatu.com