Idulfitri di Tengah Covid-19, Menag Imbau Tidak Ada Takbir Keliling

Idulfitri di Tengah Covid-19, Menag Imbau Tidak Ada Takbir Keliling
Sejumlah remaja menaiki atap angkutan kota saat melakukan takbir keliling di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (24/6) malam. Walaupun sudah di himbau pihak Kepolisian dan Pemprov DKI, sejumlah remaja tetap melakukan kegiatan malam takbiran dengan pawai keliling yang membahayakan bagi diri sendiri dan orang sekitar. SP/Joanito De Saojoao. (Foto: Suara Pembaruan / SP/Joanito De Saojoao)
Lenny Tristia Tambun / FMB Kamis, 21 Mei 2020 | 11:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Untuk mencegah terjadinya penularan virus corona atau Covid-19, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengimbau umat Islam tidak melakukan takbiran keliling yang sudah menjadi tradisi umat Islam setiap tahunnya dalam menyambut hari kemenangan, Hari Raya Idulftri.

“Untuk kegiatan takbir keliling, sebaiknya tidak usah. Saya sarankan kita takbir di rumah saja,” kata Fachrul Razi saat konferensi pers melalui video conference, Kamis (21/5/2020).

Agar tidak mengurangi rasa kegembiraan menyambut hari kemenangan, Fachrul Razi mengimbau seluruh masjid dan musala untuk menggaungkan gema takbir melalui loud speaker. “Ini kita lakukan agar kegemberiaan menyambut Hari Idulftri, hari kemenangan itu tidak hilang,” ujar Fachrul Razi.

Diakuinya, di tengah pandemi virus corona, semua tradisi menyongsong Hari Raya Idulfitri tidak bisa dilaksanakan lagi oleh umat Islam. Biasanya, saat menyongsong hari kemenangan, masyarakat selalu melaksanakan mudik, takbir keliling di malam Idulfitri, melaksanakan Salat Idulfitri (id) bersama-sama dengan umat Muslim lainnya di masjid, lapangan atau musala hingga melakukan kunjungan silaturahmi.

“Tetapi pada saat ini kita sedang menghadapi Covid-19. Ini perlu kita antisipasi dengan sangat baik. Memang wabah ini tidak kelihatan, tetapi luar biasa menakutkannya karena telah membunuh puluhan ribu orang di dunia,” terang Fachrul Razi.



Sumber: BeritaSatu.com