Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 di Pasar Tradisional Bengkulu Tak Optimal

Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 di Pasar Tradisional Bengkulu Tak Optimal
Warga Kota Bengkulu terdampak Covid-19, beberapa waktu lalu sempat antre menyerahkan bukti fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK) kepada petugas PT Pos Bengkulu, untuk mencairkan dana bantuan langsung tunai (BST) jatah April 2020 sebesar Rp 600.000 per KK. (Foto: Suara Pembaruan / Usmin)
Usmin / JEM Kamis, 21 Mei 2020 | 12:10 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Penerapan perotokol kesehatan penangganan Covid-19 di sejumlah pasar tradisional di Kota Bengkulu, tidak berjalan secara optimal sesuai harapah pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran virus corona di daerah ini.

Pantuan Beritasatu.com di Pasar Panaroma, Kota Bengkulu, Kamis (21/5/2020), meski aktivitas masyarakat di pasar tersebut menjelang Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah telah terjadi peningkatan dua kali lipat dari biasanya, tapi kesadaran masyarakat melaksanakan protokol kesehatan relatif rendah.

Hal itu terlihat antara lain sebagian pembeli dan pedagang di Pasar Panoroma tidak menggunakan masker dan tidak mematuhi phisical distancing (menjaga jarak), sehingga di pasar ini rawan akan terjadi penularan virus corona.

Pembeli dan pedagang di pasar ini dalam melaksanakan transaksi tidak menjaga jarak. Saat melakuka transaksi pembelian,  jarak antara penjual dan pembeli sangat dekat sekali, sehingga protokol kesehatan terkait penanganan Covid-19 di tempat umum, tidak diindahkan dengan baik.

Bahkan, menjelang Hari Raya Idulfitri masyarakat berdesak-desakan tanpa menghiraukan bahaya penularan virus corona di sekitar mereka. Hal ini seperti ini tidak hanya terjadi di pasar tradisional lainnya, seperti Pasar Minggu Baru Koto I dan II.

Di dua pasar ini juga terjadi pelanggaran protokol kesehatan, karena pada saat terjadi transaksi pembeli dan penjual tidak menjaga jarak alias tidak ada pembatasan. Namun, sebaliknya di pasar modern seperti mal dan toko-toko, protokol kesehatan diberlakukan dengan baik.

Seperti di Bengkulu Indah Mal (BIM) dan toko semi modern lainnya di Bengkulu, sebelum masuk ke dalam mal warga menjelani chek suhu tubuh dan wajib menggunakan masker dan cuci tangan pakai sabu.

Bagi pengunjung yang suhu tubuhnya di atas 37 derajat, tidak diperkenankan masuk ke dalam mal. Demikian pula bagi yang tidak menggunakan masker tidak diizinkan masuk karena khawatir terjangkit virus corona.

"Kita ketat kepada setiap mengunjung BIM. Jika mereka tidak menggunakan masker dan suhu tubuhnya di atas 37 derajat, dengan berat hati pengunjung yang bersangkutan tidak kita izinkan masuk ke dalam mal. Ini sesuai instruksi pimpinan dalam rangak mencegah penyebaran Cobid-19 di mal," kata Supardi (35), salah seorang petugas keamanan di BIM.

Selain itu, setiap pengunjung diwajibkan mencuci tangan pakai sabun di tempat yang sudah disediakan. Ada beberapa titik tempat cuci tangan disiapkan BIM bagi pengunjung. Hal ini dilakukan agar setiap pengunjung yang datang ke BIM aman dari virus corona.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Bengkulu, Eko Agusrianto mengatakan, Pemkot Bengkulu sudah berkali-kali melakukan sosialisasi kepada pedagang tradisional di daerah ini, agar mematuhi protokol kesehatan agar tidak terjangkit virus corona.

Selain itu, Pemkot Bengkulu juga sudah membagikan ribuan masker di pasar tradisional tersebut, termasuk Pasar Panoroma. Hal ini dilakukan agar pedagang di pasar tradisional taat menjalankan protokol kesehatan agar tidak terjangkit virus mematikan tersebut.

Namun, faktanya di lapangan masih banyak pedagang di pasar tradisional tidak menggunakan masker dan menjaga jarak saat bertransaksi dengan pembeli. Padahal, apa yang dilakukan mereka sangat berbahaya dan rentan terjangkit virus corona.

Untuk menyikapi hal tersebut, kata Eko Agusrianto, Pemkot Bengkulu, telah meminta Plt Kepala Satpol PP setempat meningkatkan pengawasan di pasar tradisional dalam hal penggunaan masker dan menjaga jarak.

Dengan demikian, para pedagang dan pembeli di pasar tradisional taat dalam menerapkan protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan, sehingga akan terhindar dari ancaman terjangkit virus corona.

Sementara itu, Plt Kasat Satpol PP Kota Bengkulu, Saipul Apandi mengatakan, pihaknya siap melaksanakan pengawasan dan penindakan kepada pedagang di pasar tradisional yang tidak patuh melaksanakan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penyebaran virus corona di pasar.

"Kita sudah berkali-kali mengingat pedagang dan pembeli di pasar tradisonal agar saat ke pasar menggunakan masker dan menjaga jarak atau physical distancing agar tidak terjangkit virus mematikan tersebut," ujarnya.

Namun, masih ada pedagang dan pembeli yang mandel tidak menggunakan masker dan menjaga jarak. "Mereka yang seperti ini akan terus kita ingatkan agar patuh melaksanakan protokol kesehatan sehingga aman dari penyakit Covid-19," ujarnya.

 



Sumber: BeritaSatu.com