PT KAI Siap Layani Perjalanan Dinas Masyarakat

PT KAI Siap Layani Perjalanan Dinas Masyarakat
Suasana pemberlakuan angkutan Kereta Luar Biasa (KLB) KLB di Stasiun Tawang, Semarang, Selasa (12/5/2020), yang sangat sepi penumpang. (Foto: Beritasatu Photo / Stefy Thenu)
/ HS Kamis, 21 Mei 2020 | 12:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Didiek Hartantyo menyatakan pihaknya siap melayani perjalanan dinas, bisnis, dan repatriasi warga negara Indonesia yang kembali dari luar negeri untuk pulang ke kampung halamannya.

"Kami mengimbau masyarakat tetap di rumah. kalau memang harus bepergian, KAI siap membantu yang dinas, berbisnis, dan repatriasi tetapi harus membawa dokumen yang lengkap," kata Didiek saat jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang disiarkan langsung akun Youtube BNPB Indonesia dipantau dari Jakarta, Kamis (21/5/2020).

Didiek mengatakan PT KAI siap melayani perjalanan dinas, bisnis, dan repatriasi warga negara Indonesia ke kampung halaman secara selamat, aman, nyaman, dan sehat sampai ke tujuan.

Menurut Didiek, PT KAI sudah menjalankan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah dan sudah menyosialisasikannya di stasiun-stasiun. "Awak kereta api juga dilengkapi dengan alat pelindung diri saat bekerja. Penumpang kereta api juga harus memakai masker. Bila tidak membawa akan diberikan masker yang wajib dipakai," tuturnya.

Didiek mengatakan sebelum keberangkatan, setiap kereta juga dibersihkan menggunakan disinfektan. PT KAI juga memastikan pegawai yang melayani perjalanan penumpang seluruhnya dalam keadaan sehat.

Calon penumpang dapat bepergian menggunakan kereta api asalkan untuk kepentingan perjalanan dinas dan bisnis yang dilengkapi surat tugas dan surat keterangan sehat.
Khusus untuk perjalanan kereta rel listri komuter, Didiek mengatakan tidak bisa menerapkan membawa surat kesehatan, tetapi penumpang wajib menggunakan masker dan diukur suhu tubuhnya. "Bila suhu tubuh penumpang 38 derajat Celcius atau lebih, maka akan diisolasi di stasiun," jelasnya.

Tentang penumpukan penumpang kereta rel listrik komuter, Didiek mengatakan hal itu hanya terjadi di Stasiun Bogor pada saat awal penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Sesuai dengan peraturan PSBB, perjalanan pertama kereta rel listrik komuter adalah pukul 06.00. Namun kebiasaan penumpang di stasiun ujung seperti Stasiun Bogor adalah bersiap dari pukul 04.00," katanya.

Saat ini, jadwal perjalanan kereta rel listrik komuter telah diperbaiki sehingga penumpukan penumpang bisa diatasi.



Sumber: ANTARA