Refocusing Anggaran, Nadiem Pastikan Tunjangan Guru Aman

Refocusing Anggaran, Nadiem Pastikan Tunjangan Guru Aman
Nadiem Makarim. (Foto: Beritasatu Photo/David Gita Roza)
Jayanty Nada Shofa / JNS Jumat, 22 Mei 2020 | 11:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memastikan tunjangan profesi guru tidak terimbas pergeseran atau refocusing anggaran Kemdikbud untuk penanganan pandemi virus corona.

Begitu pula dengan anggaran Kartu Indonesia Pintar (KIP), bantuan kepada perguruan tinggi swasta, serta penyediaan sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Karena ini berhubungan dengan kesejahteraan para murid dan mahasiswa, dan kemampuan mereka untuk terus bersekolah, terus kuliah selama krisis Covid-19 ini,” ungkap Mendikbud Nadiem dalam keterangannya, Kamis (21/5/2020).

Pemangkasan anggaran ini dilakukan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2020.

Adapun Komisi X DPR menyetujui pemotongan anggaran Kemdikbud sebesar Rp 4,9 triliun. Dari total anggaran Rp 75,7 triliun, kini tersisa anggaran sebesar Rp 70,72 triliun.

Nadiem mengatakan, sumber pemotongan terbesar berasal dari beberapa macam kegiatan pendukung dan manajemen yang dinilai tidak relevan di masa darurat Covid-19.

“Yaitu perjalanan dinas, rapat-rapat dan acara-acara yang tidak dapat dilakukan di berbagai macam direktorat jenderal maupun badan-badan,” jelasnya.

Karena pergeseran anggaran ini, pembangunan infrastruktur juga terpaksa harus ditunda. Di antaranya adalah renovasi kantor pusat dan unit pelaksana.

Anggaran lain yang dipangkas, ungkap Nadiem, termasuk pelatihan guru secara tatap muka yang harus dirancang ulang sebagai pelatihan secara daring.

Selain itu, Kemdikbud juga terpaksa harus menunda penyediaan sarana prasarana ke SMK dan perguruan tinggi.



Sumber: BeritaSatu.com