Seluruh Wilayah Zona Merah, Pemkot Bogor Pastikan Tidak Ada Salat Ied Berjamaah

Seluruh Wilayah Zona Merah, Pemkot Bogor Pastikan Tidak Ada Salat Ied Berjamaah
Bima Arya Tinjau Kondisi Pasar Gunung Batu Saat PSBB ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Vendo Saudale / EHD Jumat, 22 Mei 2020 | 12:59 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Berbeda dengan wilayah tetangga, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melarang warganya melaksanakan salat Idul Fitri di masjid maupun di lapangan. Pemkot Bogor memastikan tidak ada salat Ied atau Idul Fitri di masjid dan lapangan yang digelar berjamaah.

Kepastian itu diutarakan langsung Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, Kamis (21/5/2020). Menurut Bima ditiadakannya salat Ied di kota Bogor karena bahwa hampir semua kelurahan di Kota Bogor terindikasi ODP.

“Bogor ini seluruh kelurahan sudah ada ODP-nya, PDP-nya, jadi berada di dalam kawasan potensi penyebarannya tinggi,” ujarnya.
Oleh karena itu, Pemkot Bogor sepakat dan berpedoman pada Fatwa MUl dan Gubernur Jawa Barat terkait aturan salat Idul Fitri saat pandemi wabah Covid-19.

“Bunyinya adalah salat Ied diperbolehkan di daerah yang sudah aman dari potensi penularan. Kalau definisi aman adalah zona hijau. Ya di Bogor belum ada yang aman. Jadi saya sepakat dengan Pak Gubernur yang dikatakan aman adalah wilayah terpencil di pedesaan,” tegasnya.

Bima Arya menjelaskan bahwa Kota Bogor merupakan kota yang sangat terintegrasi, sangat beririsan, dan mobilitas tinggi. Pemkot Bogor telah mengeluarkan surat edaran yang akan ditandatangani oleh Forkompinda untuk menegaskan poin-poin tadi.

“Beberapa poinnya adalah melarang warga untuk aktivitas takbir keliling ataupun di luar dengan mengundang kerumunan, memberikan pengertian kepada warga untuk menjalankan dan melaksanakan salat Ied di rumah,” tambahnya.

 



Sumber: BeritaSatu.com