Istana Tak Bertanggung Jawab Kesalahan Teknis Lelang Motor Jokowi

Istana Tak Bertanggung Jawab Kesalahan Teknis Lelang Motor Jokowi
Sepeda motor listrik Gesits dipamerkan di ajang Indonesia Electric Motor Show (IEMS) di Balai Kartini, Jakarta, 4 September 2019. ( Foto: Beritasatu / Heru Andriyanto )
Lenny Tristia Tambun / WBP Jumat, 22 Mei 2020 | 12:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian menegaskan baik pihak Istana maupun Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak bertanggung jawab atas kesalahan teknis lelang motor listrik “Gesits” milik Jokowi.

“Kalau Istana tidak bisa berkomentar karena tidak ada sangkut pautnya terhadap itu. Kalau mau jabaran lebih jelas dan teknis ke Ketua BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) saja,” kata Donny Gahral Adian ketika dihubungi Beritasatu.com, Jumat (22/5/2020).

Baca juga: Pemenang Lelang Motor Jokowi Mengira Dapat Hadiah

Menurutnya, Presiden Jokowi hanya menyerahkan motor listrik miliknya untuk disumbangkan sebagai barang lelang. Diketahui, motor listrik milik Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah ditandatangani dilelang dalam konser solidaritas kemanusian bertajuk “Bersatu Melawan Corona” secara virtual pada Minggu (17/5/2020). “Istana tidak ada sangkut pautnya. Karena Istana hanya menyerahkan motor untuk dilelang,” tergas Donny Gahral.

Seperti diketahui, dalam konser tersebut, saat dibuka lelang untuk motor listrik Jokowi, banyak yang melakukan penawaran, mulai Rp 500 juta, lalu naik menjadi Rp 1 miliar, selanjutnya Rp 2 milar.

Bahkan tokoh PDI Perjuangan Maruarar Sirait sempat menawar motor listrik tersebut sebesar Rp 1 miliar. Namun ia dikalahkan penawar lainnya. Dari hasil lelang tersebut, dua orang yang melakukan tawaran tertinggi, yakni seorang pengusaha dari Kampung Manggis, Jambi bernama M Nuh dengan nilai Rp 2,55 miliar. Kemudian di posisi kedua tawaran tertinggi adalah Warren Tanoesoedibyo dengan nilai Rp 2,1 miliar Otomatis motor listrik dengan merek Gesits ini menjadi milik M Nuh.

Padahal, motor listrik milik Jokowi yang memiliki tenaga baterai menempuh jarak 70 kilometer (km) dijual secara resmi dengan harga Rp 25 juta per unit.

Namun setelah konser selesai, tak disangka pemenang lelang motor listrik Jokowi ini bukan seorang pengusaha seperti diakuinya saat menelepon melakukan tawaran lelang, melainkan hanya seorang buruh harian lepas.

Muhammad Nuh atau M Nuh kini tengah diperiksa aparat kepolisian Polda Jambi. Pasalnya hingga saat ini, M Nuh tak kunjung membayar motor yang dimenangkannya senilai Rp 2,55 miliar tersebut.

Foto dan KTP M Nuh sudah beredar luas di aplikasi pesan singkat whatsApp warga Jambi. M Nuh memiliki nama lengkap Muhammad Nuh. Ia merupakan warga RT/RW 020/000, Desa Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Provinsi Jambi.

Berdasarkan informasi yang tertera pada KTP yang beredar, M. Nuh lahir di Jambi pada 19 Maret 1974, beragama Islam dan sudah beristri. Juga tertera status pekerjaannya yakni berprofesi sebagai Buruh Harian Lepas (BLH).



Sumber: BeritaSatu.com