Kemdagri: Tidak Ada Kebocoran Data dan Kerusakan Server E-KTP

Kemdagri: Tidak Ada Kebocoran Data dan Kerusakan Server E-KTP
Kegiatan perekaman e-KTP di kantor kelurahan di Kota Depok, Jawa Barat. ( Foto: Suara Pembaruan/Bhakti Hariani )
Roberth Wardhy / CAH Jumat, 22 Mei 2020 | 17:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) Zudan Arif Fakrulloh mengemukakan semua data masyarakat yang berada di Dukcapil dalam keadaan aman. Jika ada kebocoran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) maka bukan tanggung jawab Dukcapil.

"Dari Dukcapil tidak ada kebocoran data. Tolong cek ke KPU terkait dugaan kebocoran yang ada," kata Zudan di Jakarta, Jumat (22/5).

Ia juga memastikan tidak ada kerusakan server KTP Elektronik (e-KTPl). Server berada dalam keadaan aman dan kerahasiaan data masyarakat tetap terjaga.

Baca Juga: Jutaan Data Diduga Bocor, KPU Periksa Server Data

"Memang tidak ada gangguan di server KTP El. Kami jaringan tertutup dan tidak dibuka untuk umum. Dari log dan trafic-nya tidak ada indikasi yang mencurigakan. Insya Allah aman," jelas Zudan.

Terkait dengan data masyarakat yang bocor di KPU untuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2014 lalu, Zudan mengemukakan tugas utama Dukcapil Kemdagri adalah memberikan DP4 kepada KPU. Sejak penyerahan DP4, Dukcapil Kemdagri meminta KPU berkomitmen mengelola data dgn menjaga kerahasiaan data pribadi.

"Itulah mengapa Dukcapil Kemdagri setelah pemilu 2014 meminta kepada KPU agar NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan Nomor KK (Kartu Keluarga) diganti dengan tanda bintang. NIK dan No KK tidak perlu ditampakkan agar tidak disalahgunakan untuk pendaftaran kartu prabayar dan untuk membuat KTP El yang palsu," ungkap Zudan.

Baca Juga: Kemkominfo dan BSSN Akan Selidiki Dugaan Data KPU Bocor

Sebelumnya, beredar informasi ada sekitra 2,3 juta data warga negara Indonesia bocor di internet. Informasi itu dilaporkan Under the Breach, sebuah akun Twitter yang memantau aktivitas hacker dan kebocoran data pribadi. Data tersebut merupakan data daftar pemilih tetap (DPT) saat Pemilu tahun 2014 lalu. Hacker mengklaim mendapat data tersebut dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam format PDF.

Data pribadi yang bocor mencakup nama, jenis kelamin, alamat, nomor KTP, tempat tanggal lahir, usia, status lajang atau menikah. Peretas mengklaim juga punya informasi nomor Kartu Keluarga.

Hacker mem-posting data pribadi warga Indonesia di Raid Forums, sebuah forum komunitas hacker untuk saling berbagi informasi data pribadi. Hacker itu menggunakan username Arlinst. Hingga saat ini, KPU belum memberikan tanggapan atas berita tersebut. 

 



Sumber: BeritaSatu.com