Dampak Covid-19 Sangat Dirasakan Masyarakat Kelas Bawah

Dampak Covid-19 Sangat Dirasakan Masyarakat Kelas Bawah
Warga beraktivitas di kawasan pemukiman kumuh di kolong Tol Pluit, Jakarta, Jumat 15 Desember 2017. (Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao)
Carlos KY Paath / FER Jumat, 22 Mei 2020 | 17:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR, Dyah Roro Esti Widya Putri menyatakan, pandemi Covid-19 telah menjadi krisis kesehatan global. Pandemi corona menyebabkan dampak yang luar biasa terhadap ekonomi secara global.

Baca Juga: Pertagas Bantu Warga Terdampak Covid-19 di 41 Titik

"Dampak terbesar sangat dirasakan oleh masyarakat kelas ekonomi bawah atau kategori miskin. Berdasarkan skenario yang paling optimis, Bank Dunia memproyeksikan bahwa setidaknya 11 juta orang di seluruh Asia Timur dan Pasifik yang jatuh ke dalam kategori miskin," kata Dyah, Jumat (22/5/2020).

Dyah menjelaskan, berdasarkan laporan dari UNDP mengenai dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi Covid-19, ada sekitar 1,3 miliar orang yang bekerja di sektor informal yang kehilangan pekerjaan di seluruh Asia dan Pasifik.

Tidak hanya itu, pandemi Covid-19 juga mempengaruhi aksesibilitas energi. Banyak pembangunan pembangkit listrik dihentikan, karena penghentian kegiatan konstruksi dan supply chain system.

"Untuk di Indonesia sendiri, saat ini PLN (Perusahaan Listrik Negara) telah menunda ataupun menghentikan beberapa proyek pembangkit listrik akibat pandemi ini, sehingga peningkatan aksesibilitas energi menjadi tertunda," ujar Anggota Komisi VII DPR tersebut.

Baca Juga: Perkumpulan Reiki Siap Bantu Pasien Covid-19

Dyah melontarkan gagasan mengenai langkah strategis yang dapat dilakukan pascapandemi Covid-19, sehingga terjadi peningkatan kegiatan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi sehingga dapat meningkatkan permintaan listrik atau energi secara global.

Selain itu, menurut Dyah, implementasi Energi Baru Terbarukan (EBT) membutuhkan dukungan regulasi yang kuat. Dibutuhkan adanya political will dari negara-negara di seluruh dunia sangat krusial.

Menurut Dyah, dalam menangani masalah global seperti perubahan iklim, diperlukan adanya pendekatan secara lintas disiplin. Pada dasarnya penyelesaian masalah global seperti ini memerlukan upaya bersama secara tim dari semua sektor, seperti Pemerintah, CSO, akademisi, sektor swasta, BUMN dan pemuda, agar tujuan tersebut dapat tercapai dengan jauh lebih cepat.

"Dengan kata lain gotong royong menjadi kunci yang sangat penting dalam menangani masalah global seperti yang telah disebutkan tadi," tegas Dyah.



Sumber: BeritaSatu.com