Ratusan Masjid di Yogyakarta Masih Berencana Gelar Salat Id

Ratusan Masjid di Yogyakarta Masih Berencana Gelar Salat Id
Umat muslim melaksanakan salat Idul Fitri, di Masjid Agung Jawa Tengah, di Semarang, Jawa Tengah, 25 Juni 2017. Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriah jatuh pada hari Minggu (25/6). Antara/Aji Styawan
Fuska Sani Evani / FMB Jumat, 22 Mei 2020 | 18:27 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Sejumlah masjid di DI Yogyakarta tetap akan menggelar Salat Idulfitri, meskipun sudah ada imbauan untuk tidak menggelar kegiatan pengumpulan massa.

Kementerian Agama (Kemag) RI Kanwil DIY mencatat, setidaknya 202 kelompok, baik itu di masjid maupun di lapangan, yang tetap melaksanakan ibadah Salat Idulfitri 1441 H secara berjemaah.

Kepala Subbagian Umum dan Humas, Kemanag RI Kanwil DIY, Ahmad Fauzi dalam keterangan tertulisnya mengatakan, pihaknya tetap melakukan pendekatan proaktif untuk mendata lokasi yang kemungkinan akan melaksanakan Salat Idulfitri secara berjemaah untuk kepentingan pembinaan.

Menurutnya, jika imbauan itu tidak diindahkan, maka dalam pelaksanaannya, harus mengedepankan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19, seperti wajib masker baik itu saat salat maupun sesudahnya, mencuci tangan, dan pemantauan suhu tubuh, serta penerapan physical distancing.

Ahmad pun menambahkan, pembinaan dan pendekatan terhadap beberapa tempat pelaksanaan Salat Idulfitri. Jadi, data 202 lokasi yang cenderung akan menggelar Salat Idulfitri berjemaah, diharapkan bisa berkurang.

"Kalau memang harus laksanakan Salat Idulfitri seperti itu, kami anjurkan untuk memenuhi seluruh protokol kesehatan terkait wabah corona," ujarnya.

Terpisah, Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, Pemkab Sleman sudah tidak menyelenggarakan Salat Idulfitri berjemaah di Lapangan Denggung, karena dianggap terlalu berisiko meskipun takmir menyediakan saf dengan jaga jarak. "Kami tidak mau ambil risiko. Apalagi sudah terjadi transmisi lokal," katanya.

Disinggung soal penyelenggaraan Salat Id berjamaah di Masjid Agung Sleman, Sri menegaskan jika hal itu hanya diikuti warga sekitar. Penyelenggaraan Salat Id di Masjid Agung tidak terbuka untuk umum.

Dia berharap masyarakat menjalankan protokol kesehatan yang sudah disampaikan oleh MUI dan Kementerian Agama. "Mereka punya protap MUI dan sudah sampaikan. Meskipun Sleman bukan wilayah PSBB tetapi tetap tidak diperbolehkan ada kegiatan yang menimbulkan kerumunan," katanya.

Kepala Kantor Kemag Sleman, Sa'ban Nuroni memperkirakan sekitar 20 masjid tetap menggelar Salat Id.

Kemag, menggandeng dewan masjid dan organisasi masyarakat agar takmir masjid meniadakan Salat Id berjamaah. "Ada sekitar 2.500 masjid yang ada di Sleman. Kami hanya bisa memberikan edukasi dan imbauan, kami anjurkan untuk Salat Id di rumah saja," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com