KawalBansos Terima Aduan Ratusan Warga, Terbanyak dari Jabar

KawalBansos Terima Aduan Ratusan Warga, Terbanyak dari Jabar
Ilustrasi bantuan sosial. (Foto: Antara)
Yeremia Sukoyo / FER Jumat, 22 Mei 2020 | 18:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah pusat maupun daerah hingga saat ini terus menyalurkan bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat terdampak pandemi virus corona atau Covid-19. Namun demikian, tidak semua masyarakat yang berhak dapat menerima bansos.

Baca Juga: Uang Bansos Dipakai Beli Baju Lebaran

Dari hasil pendataan laporan yang dilakukan KawalBansos, sejak membuka laporan pengaduan warga periode 17-21 Mei 2020, ada sedikitnya 259 laporan warga yang melaporkan tidak mendapatkan bansos. Dari ratusan aduan, terbanyak datang dari warga Depok, Jawa Barat (Jabar).

"Perhari ini kami laporkan data dari tanggal 17 sampai 21 mei 2020. Hingga tadi malam, total pengaduan 259 aduan, terbanyak dari Depok, Jawa Barat," kata Koordinator KawalBansos, Irwan Runtuwene, dalam konferensi pers secara daring Para Syndicate dan KawalBansos, di Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Berdasarkan pendataan yang dilakukan KawalBansos, sebanyak 59 masyarakat Jawa Barat melaporkan tidak mendapat bansos. Disusul Lampung (39 warga), Jawa Tengah (36 warga), DKI Jakarta (32 warga), Banten (30 Warga), Sumatera Barat (13 Warga), Sumatera Utara (12 warga), Jawa Timur (11 warga), dan lain-lain.

Baca Juga: Pemprov DKI Juga Beri Bansos untuk Warga Jateng

Hasil laporan data yang masuk terdiri dari warga di 20 Provinsi dan 80 kota/kabupaten. Dari hasil laporan yang masuk, KawalBansos sudah meneruskan sebanyak 115 laporan.

"Untuk data paling banyak ada di Depok, Jabar, sebanyak 54 laporan. Untuk Jakarta, paling banyak di Jakarta Timur. Untuk provinsi Banten, Tangerang Selatan yang paling banyak laporan kami terima," ucap Irwan.

Irwan menjelaskan, dalam meneruskan laporan yang masuk, pihaknya masih menerapkan penerusan laporan secara manual kepada instansi terkait. Diyakini, laporan akan semakin banyak masuk seiring dengan makin banyaknya masyarakat yang menyadari keberadaan KawalBansos.

Baca Juga: Pemprov Sumut Tarik Bansos Sembako

"Kendala utama kita, penerusan laporan ini masih dilakukan secara manual. Untuk saat ini yang bisa kami lakukan adalah meneruskan laporan ini. Banyak saudara-saudara yang belum paham bagaimana caranya untuk submit ke kami," ujarnya.

Direktur Eksekutif Para Syndicate, yang juga Inisiator KawalBansos, Ari Nurcahyo, menjelaskan, seluruh data yang masuk dan diverifikasi akan dilaporkan ke instansi pemerintah yang berwenang.

"KawalBansos sudah menerima banyak laporan dari masyarakat. Kami teruskan ke kanal resmi pemerintah. Sengkarut bansos ini memang betul-betul dirasakan masyarakat. Kami membantu memudahkan warga supaya bisa ajukan klaim warga yang berhak," kata Ari Nurcahyo.

 



Sumber: BeritaSatu.com