BMKG: Siklon Tropis Mangga Menjauh dari Indonesia

BMKG: Siklon Tropis Mangga Menjauh dari Indonesia
Ilustrasi siklon. (Foto: Wikipedia)
Ari Supriyanti Rikin / FER Jumat, 22 Mei 2020 | 19:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Siklon tropis Mangga yang tumbuh di dekat perairan Indonesia di 9.8 LS (lintang selatan) dan 93.0 BT (bujur timur) atau sekitar 1.220 kilometer (km) barat daya Kerinci hingga Jumat (22/5/2020) sudah menjauh dari wilayah Indonesia.

Baca Juga: Bunyi Dentuman Besar di Jateng Bukan dari Aktivitas Gempa

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta mendeteksi lahirnya siklon tropis Mangga ini di Samudera Hindia sebelah barat daya Bengkulu pada Kamis (21/5) pukul 19.00 WIB.

"Saat ini Jumat (22/5) pukul 13.00 WIB posisi siklon tropis Mangga berada di 11.4 LS dan 94.2 BT sudah berada di area responsibility dari Pert TCWC," kata Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Herizal, di Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Saat ini, kata Herizal, posisi siklon sekitar 1.227 km sebelah barat daya Bengkulu dengan kecepatan angin maksimum 35 knots (65 km/jam) dengan tekanan 995.

"Siklon tropis Mangga bergerak ke selatan tenggara menjauhi wilayah Indonesia. Dampak yang masih terasa ketika siklon mangga ini menjauh dari wilayah Indonesia yaitu gelombang tinggi," ucap Herizal.

Baca Juga: Serapan Dana Pemulihan Badai Siklon di Bantul Minim

Sehari sebelumnya, siklon diperprediksi menguat dalam 24 jam. Keberadaan siklon tropis Mangga ini mengakibatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah antara lain di Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Dampak tidak langsung akan dirasakan di wilayah tersebut berupa hujan lebat dan angin kencang di sebagian wilayahnya. Selain itu potensi gelombang laut dengan ketinggian lebih dari 3 meter diprakirakan terjadi di wilayah perairan barat Kepulauan Nias hingga barat Mentawai, Perairan Bengkulu, Pulau Enggano, Perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Sumatera, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa, dan Samudra Hindia selatan Jawa hingga selatan NTB.

Herizal menjelaskan, BMKG diberi mandat oleh Badan Meteorologi Dunia (WMO) untuk memonitor siklon yang tumbuh di daerah 90 derajat hingga 125 derajat BT dan 0 derajat hingga 10 derajat LS.

Tidak hanya memonitor siklon yang lahir di daerah tersebut, BMKG juga berhak memberi nama siklon tersebut dengan nama Indonesia.

Baca Juga: BMKG Nilai PSBB Buat Kualitas Udara Jakarta Membaik

Jika siklon tesebut telah keluar dari daerah tangung jawab Indonesia maka yang memonitor perkembangannya adalah BMKG Australia.

Sementara itu, terkait siklon tropis Mangga, Herizal menambahkan, jika siklon ini menjauh dari wilayah tanggung jawab monitoring siklon Indonesia maka dampaknya pada cuaca ekstrem di Indonesia juga melemah atau berkurang.

 



Sumber: BeritaSatu.com