MTI Beberkan Alasan Utama Masyarakat Nekat Mudik
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

MTI Beberkan Alasan Utama Masyarakat Nekat Mudik

Jumat, 22 Mei 2020 | 21:58 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengungkap tiga asumsi yang melandasi mengapa masyarakat nekat mudik di tengah imbauan pemerintah untuk tidak mudik pada Lebaran 2020 ini.

Baca Juga: Kendaraan Luar Tak Boleh Masuk Jakarta

"Mei 2020, kami sampaikan yang perlu kita antisipasi adalah H-15 atau H-16. Karena masyarakat yang nekat mudik punya asumsi. Pertama, mereka merasa sehat begitu sampai di kampung. Lalu langsung isolasi 14 hari sehingga ada kesempatan untuk bisa berlebaran di tanggal 1 Syawal," ucap Ketua Umum MTI, Agus Taufiq Mulyono, dalam diskusi virtual bertajuk "Early Warning Mobilisasi Saat Lebaran Terhadap Bahaya Penularan Covid-19" di Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Agus mengatakan, asumsi kedua yang memicu banyak masyarakat nekat mudik pada H-15 kemarin, karena masyarakat sudah mendapat Tunjangan Hari Raya (THR). Faktor lainnya disebabkan oleh beredarnya isu pelonggaran PSBB. "Isu-isu penting ini yang menyebabkan banyak orang nekat mudik H-15 kemarin. Paling besar di H-15," ucap Agus.

Menurut Agus, masyarakat yang nekat mudik ini selalu merasa sehat padahal sebetulnya mereka adalah carrier. Buktinya ketika larangan mudik tidak dipatuhi, muncul kemudian indikasi penularan Covud-19 di kota-kota kecil, kota-kota kabupaten dan kecamatan. Selain itu, daerah-daerah yang menjadi tujuan orang dalam pengawasan (ODP) juga mengalami kenaikan.

Baca Juga: Larangan Mudik, 60.000 Kendaraan Diminta Putar Balik

"Pemda panik, dan bingung. Semakin panik, dan semakin bingung karena sudah mulai terbatas dana operasional perlengkapan petugas dan sebagainya," ungkap Agus.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio menyatakan, sejak Februari lalu pihaknya sudah menyampaikan early warning kepada pemerintah untuk menutup sejumah bandara. Namun, pemerintah menolak karena alasan turis asal Tiongkok jumlahnya banyak.

"Kita bicara early warning, hari ini saya terima kabar penambahan yang terinfeksi Covid-19 sebanyak 973. Naik kira-kira 50 persen dari kemarin yang hanya 600 sekian, sekarang sudah 973. Jadi sudah mulai bergerak virus itu ke daerah yang banyak dari Jawa Timur. Saya tidak tahu berapa yang diuji karena seharusnya yang diuji 10.000 per 1 juta penduduk. Sementara kita masih di bawah 5.000 atau 4.000 sekian maksimum," kata Agus Pambagio.

Baca Juga: Gagal Mudik Bisa Memicu Gangguan Jiwa?

Menurut Agus, mengingat angka pengujian belum masuk ke standar, agak sulit untuk memperkirakan posisi Indonesia. Bahkan, sejumlah negara disebutkan sudah memberikan early warning bahwa orang Indonesia atau memiliki paspor Indonesia dan berdomisili Indonesia tidak diizinkan masuk. "Kalau ini sampai terjadi, kita seperti orang diisolasi di kancah global," tegas Agus Pambagio.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pentolan KKB Dirawat di RS Bhayangkara Jayapura

Pentolan KKB Temianus Magayang, dievakuasi ke Sentani, Minggu (28/11/2021), dan kini dirawat di RS Bhayangkara, Jayapura.

NASIONAL | 28 November 2021

Milenial Nagekeo Cinta Tenun Tradisional

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo kini mendorong kaum milenial untuk menenun.

NASIONAL | 28 November 2021

Partai Gelora Canangkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

Dalam rangka Hari Menanam Pohon Nasional pada 28 November 2021, Partai Gelora Indonesia mencanangkan Gelora Tanam 10 Juta Pohon.

NASIONAL | 28 November 2021

Perluas Pelayanan di Sumut, PPI Ikut KIM Investment Expo

Untuk memperluas dan meningkatkan pelayanan di Sumut, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero)/PPI berpartisipasi dalam KIM Investment Expo 2021.

NASIONAL | 28 November 2021

Banjir Rendam 4 Kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Bencana banjir menerjang Kabupaten Hulu Sungai Tengah di Kalimantan Selatan.

NASIONAL | 28 November 2021

Tangani Tindak Pidana Korupsi Berorientasi Perbaikan Sistem

Jaksa Agung Burhanuddin mengajak jajarannya mengubah cara berpikir terkait pemberantasan tindak pidana korupsi dengan turut berorientasi pada perbaikan sistem.

NASIONAL | 28 November 2021

Kampanye #BUMNHijaukanIndonesia Targetkan 111.000 Pohon

Menteri BUMN Erick Thohir melakukan penanaman dan donasi pohon untuk mendukung kampanye #BUMNHijaukanIndonesia

NASIONAL | 28 November 2021

Pentolan KKB Demius Magayang Terlibat Serentetan Pembunuhan

Demius Magayang merupakan salah satu komandan operasi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

NASIONAL | 28 November 2021

Melalui Reforma Agraria, Bersama Hidupkan Perekonomian Bali

Diperlukan solusi untuk terus menghidupkan perekonomian di Bali, salah satunya dengan program Reforma Agraria melalui penataan akses.

NASIONAL | 28 November 2021


TAG POPULER

# Indonesia Terbuka


# Penghinaan Etnis


# Sembunyi di Roda Pesawat


# Razia Vaksinasi Covid-19


# Omicron



TERKINI
Para Epidemiolog Pantau Perkembangan Omicron

Para Epidemiolog Pantau Perkembangan Omicron

KESEHATAN | 14 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings