Lebaran Tanpa Salaman Tak Mengurangi Makna Idulfitri

Lebaran Tanpa Salaman Tak Mengurangi Makna Idulfitri
Beberapa warga memanfaatkan suasana Lebaran untuk mengunjungi warga binaan Lapas Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa 27 Juni 2017. ( Foto: Vento Saudale )
Carlos Roy Fajarta / FER Jumat, 22 Mei 2020 | 22:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Ahmad Muzani, menyebutkan, perayaan lebaran pada tahun ini terasa berbeda bagi masyarakat di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Baca Juga: Lebaran, Karyawan BUMN Tetap Libur

“Sebentar lagi bulan ramadan akan berakhir dan kita akan memasuki bulan syawal, yang biasa kita sebut dengan hari raya Idulfitri, yang merupakan hari di mana umat muslim akan merayakan kemenangan," ujar Ahmad Muzani dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Jumat (22/5/2020).

Ahmad Muzani mengungkapkan, pandemi Covid-19 membuat tradisi atau kebiasaan umat muslim di Indonesia seperti halalbihalal atau silaturahmi ke rumah kerabat belum bisa dilakukan.

"Virus corona masih menjadi ancaman bagi kita semua. Karena itu, social distancing dan physical distancing menjadi cara kita bersama untuk merayakan kemeriahan Idulfitri pada tahun ini," ungkapnya.

Baca Juga: 5 Aplikasi Video Call Gratis untuk Silaturahmi Lebaran

Lebaran kali ini, lanjut Ahmad Muzani, merupakan lebaran pertama dalam sejarah yang dilakukan tanpa bersalaman. Namun, hal itu tidak menghalangi untuk tetap bertemu muka dengan sanak saudara, kerabat ataupun sahabat, melalui penggunaan teknologi informasi.

"Saya berharap, meskipun lebaran tanpa salaman karena ada aturan physical distancing dan social distancing, hal itu tidak akan menghilangkan makna Idulfitri,” ujarnya.

Ahmad Muzani menambahkan, hal terpenting dalam berlebaran, yakni membuka pintu maaf tanpa perlu seseorang terlebih dahulu mengucapkan permohonan maaf. Silahturahmi dan permohonan maaf tersebut bisa dilakukan dengan melalui media sosial maupun video call menggunakan teknologi informasi yang berkembang saat ini.

Baca Juga: Pemprov DKI Larang Mudik Lokal

"Saling maaf memaafkan menjadi energi positif bagi bangsa, dan menjadi semangat baru dalam menghadapi masa pandemi Covid-19. Mari kita saling berbagi bahu dan menjaga nilai-nilai kefitrian," tandas Ahmad Muzani.



Sumber: BeritaSatu.com