Bantu UKM Tetap Eksis di Tengah Pandemi, Ganjar Kucurkan Rp 38 Miliar

Bantu UKM Tetap Eksis di Tengah Pandemi, Ganjar Kucurkan Rp 38 Miliar
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ketika meninjau gudang masker di Kantor Dinkop-UKM Pemprov Jateng di Semarang, Minggu (17/5/2020). ( Foto: Istimewa )
Stefy Thenu / JAS Sabtu, 23 Mei 2020 | 18:33 WIB

Ungaran, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, bergerak cepat untuk menyelamatkan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dari dampak Covid-19. Anggaran puluhan miliar disiapkan untuk membuat pelaku UKM tetap eksis di tengah pandemi.

Jika sebelumnya anggaran Rp 10 miliar telah digelontorkan Ganjar untuk membeli masker dari para pelaku UKM, kali ini Ganjar kembali mengeluarkan anggaran Rp38 miliar. Anggaran tersebut akan diperuntukkan untuk membelikan bahan pokok bagi ribuan UKM yang bergerak di bidang boga.

Penyerahan bantuan tahap pertama sebesar Rp 9 miliar kepada 3691 UKM telah dilakukan. Secara simbolis, bantuan bahan baku itu diserahkan Ganjar kepada tiga pelaku UKM di Tengaran Kabupaten Semarang, Jumat (22/5/2020).

Para pelaku UKM itu mendapat bantuan berbeda-beda, sesuai kebutuhan dan jumlah produksi. Bantuan yang diberikan seperti tepung, gula, minyak, telur dan kebutuhan lainnya.

"Setelah jaring pengaman sosial (JPS) kami jalankan, secara paralel kami mulai menggerakkan jaring pengaman ekonomi (JPE). Mereka para pelaku UKM yang agak lesu, penjualan dan omzet menurun akibat Covid-19 ini kita suntik dengan peralatan dan bantuan bahan baku agar menjadi modal mereka bisa berdagang lagi," kata Ganjar.

Bendera start pelaksanaan JPS lanjut Ganjar sudah dikibarkan. Bagaimanapun, kondisi ini tidak boleh membuat para pelaku UKM mati.

"Meski omzetnya tidak seperti sebelumnya, tapi harus tetap berjalan dan ada omzetnya. Mereka harus bisa bertahan hidup dan dapur tetap harus ngebul," imbuhnya.

Setelah pemberian stimulus terhadap para pelaku UKM itu, Ganjar menerangkan sudah menyiapkan langkah selanjutnya. Pelatihan, penyediaan modal serta kerjasama dengan e-commerce raksasa nasional diharapkan mampu membangkitkan UKM Jateng.

"Pelatihan akan terus kami genjot. Kamu juga sudah komunikasi dengan Gojek, Bukalapak, Blibli, dan Tokopedia bahkan Facebook untuk membantu. Mereka sudah menyatakan siap kerja sama dan membantu UKM Jateng agar bisa masuk cara bisnis baru yang serba digital," terangnya.

Terkait bantuan permodalan, dirinya menegaskan sudah menyusun skema pembiayaan. Bank Jateng, BPR BKK sudah disiapkan agar bisa ikut membantu pembiayaan UKM.

"Termasuk dari Baznas dan lainnya bisa jadi modal. Hari ini Baznas membantu Rp 300 juta untuk 100 penerima manfaat. Ini bisa jadi modal, jadi tidak hanya mengandalkan APBD, tapi dari sumber lainnya," tutupnya.

Sementara itu, bantuan bahan baku dari Pemprov Jateng disambut atusias oleh para pelaku UKM. Mereka yang sedang mengalami kesulitan akibat Covid-19, bisa terbantu dengan adanya bantuan ini.

"Pesanan sekarang menurun banyak, biasanya pesanan nastar setiap lebaran ini bisa tiga kwintal, sekarang menurun drastis," kata Sri Ambarwati (50), pelaku UKM kue basah di Tengaran.

Kondisi itu membuatnya kesulitan untuk berproduksi. Dengan suntikan bantuan bahan baku itu, diharapkan produksinya akan tetap berjalan.

"Alhamdulillah, bisa mengurangi pengeluaran untuk pembelian bahan baku," ujarnya.

Sumani (46), pelaku UKM di bidang kue kering. Di tengah omzet yang berkurang karena corona, bantuan bahan baku bisa sangat membantu memperkecil pengeluaran.

"Puji Tuhan, bantuan ini akan saya kembangkan untuk membuat kue dan dijual kepada pembeli. Mudah-mudahan jadi berkat," ujar perempuan yang menekuni bisnis kue sejak 15 tahun lalu itu. 



Sumber: BeritaSatu.com