Kasus Positif Covid-19 di Jatim Masih Tinggi, Terbanyak dari Surabaya

Kasus Positif Covid-19 di Jatim Masih Tinggi, Terbanyak dari Surabaya
Paramedis menangani pasien terinfeksi virus "corona". ( Foto: AFP / Alberto Pizzoli )
Aries Sudiono / JAS Sabtu, 23 Mei 2020 | 21:33 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur (Jatim)  Joni Wahyuhadi mengatakan bahwa total pertambahan kasus baru Covid-19 hari ini sesuai dengan yang diumumkan oleh pemerintah pusat yakni 466 kasus. Terbanyak berasal dari Kota Surabaya yang justru sedang memasuki PSBB tahap kedua yang berakhir, Senin (25/5/2020).

Jumlah penderita Covid-19 di Jatim mengalami lonjakan signifikan sebanyak 466 orang pada Sabtu (23/5) sehingga jumlah pasien terkonfirmasi positif  Covid-19 di Jatim per hari ini mencapai 3.595 orang.

“Namun demikian jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari virus ini bertambah 13 orang. Dengan demikian, jumlah pasien sembuh di Jatim saat ini terdata ada 426 orang. Sedang jumlah pasien yang meninggal akibat Covid-19 juga bertambah 15 orang sehingga total menjadi 271 orang,” ujar Joni Wahyuhadi yang juga Direktur Utama RSUD Dr Soetomo Surabaya, Sabtu malam.

Diakuinya, penambahan jumlah pasien meninggal dunia akibat Covid-19 di Jatim hari itu sebagaimana diumumkan pemerintah pusat merupakan yang tertinggi di Indonesia. Di posisi kedua ada Sulawesi Utara dan Jawa Barat masing-masing dua orang.

Sementara itu untuk sebaran kasus sembuh dari 34 Provinsi di Tanah Air, DKI Jakarta tertinggi yakni 1.564 kemudian Jawa Barat 471, Jawa Timur sebanyak 426, Sulawesi Selatan 423, Bali 287, dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 5.249 orang. Meninggal akibat Covid-19 di tingkat nasional ada 1.351 orang, penambahan terbanyak dari Jatim dengan 15 orang.

Masih tingginya jumlah pasien Covid-19 di Jatim, khususnya Kota Surabaya, karena membeludaknya masyarakat mendatangi pusat perbelanjaan dan pasar tradisional menjelang Hari Raya Lebaran, kendati belum ditemukan adanya klaster baru. Selain itu kondisi jalan raya padat kendaraan dan manusia karena Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo merupakan kawasan pusat padat industri, UMKM dan pusat kegiatan bisnis pelabuhan, membuat aktivitas masyarakat terpusat di tiga kota tersebut.

“Memang ada lima provinsi angka kasus positif terbanyak Provinsi DKI Jakarta dengan total kasus 6.515 disusul Jatim sebanyak 3.595, Jabar 2.045, Jateng 1.288, Sulsel 1.264 orang,” ujarnya mengutip penjelasan dari Humas Covid-19 Pusat.

Libur Lebaran

Sementara itu hari raya Idulfitri 1441 H yang jatuh pada Minggu (24/5/2020), maka Poli Khusus Covid-19 Rumah Sakit Universitas (RSU) Airlangga Surabaya terpaksa libur dua hari hingga, Senin (25/5/2020). Namun Pelayanan pada pasien yang mengalami gejala Covid-19 masih bisa dilakukan di IGD.

Tim Satgas Corona Rumah Sakit Unair, dr Alfian Nur Rosyid yang dikofirmasi terpisah menjelaskan, liburnya poli khusus hanya pada tanggal merah, di samping itu memberikan kesempatan istirahat tenaga medis yang sebelumnya bekerja nonstop sepanjang hari pada era pandemi ini. Baru Selasa (26/5/2020), poli buka seperti biasanya.

“Pelayanan swab masih ada, hanya untuk pasien rawat inap,” urainya. Dengan demikian pasien dengan gejala Covid-19 akan diterima di IGD dan dilakukan tes swab jika menjalani rawat inap. “Perkiraan selama liburan ini akan ada lima sampai 10 pasien yang datang ke RSUA dengan keluhan Covid-19,” ujarnya. Terpisah

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jatim dr Sutrisno SpOG mengungkapkan fasilitas laboratorium pemeriksan swab test PCR di Jatim sebenarnya bisa dikatakan cukup. Yakni enam di Surabaya, dua di Malang dan satu di Jember. Ketika disebutkan petugas laboratorium libur saat Lebaran, Sutrisno menyebut, kemungkinan besar alat pemeriksaannya tidak mencukupi. Penyebab kasus Covid-19 di Jatim terus meninggi karena sumbangan tertinggi berasal dari aktivitas warga Kota Surabaya dan sekitarnya.



Sumber: BeritaSatu.com