Sambut Idulfitri 1441 H, Gubernur Jatim Pimpin Takbiran Daring

Sambut Idulfitri 1441 H, Gubernur Jatim Pimpin Takbiran Daring
Suasana takbiran daring menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Sabtu (23/05/2020) malam. ( Foto: Antara / Fiqih Arfani )
/ YUD Sabtu, 23 Mei 2020 | 22:25 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin takbiran daring menyambut Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Sabtu (23/5/2020) malam.

"Pada takbiran di malam Lebaran ini tetap meriah meski pelaksanaannya dilakukan berbeda dan dengan memanfaatkan semua fasilitas teknologi," ujar Khofifah di sela takbiran.

Kasus Positif Covid-19 di Jatim Masih Tinggi, Terbanyak dari Surabaya

Turut hadir pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Imran, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah serta sejumlah pejabat di lingkungan Forkopimda setempat.

Jatim Kembali Terbanyak dalam Penambahan Kasus Positif Covid-19

Hadir juga Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI La Nyalla Mattalitti, beserta pejabat di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jatim.

Gelaran takbiran juga diberlakukan protokol kesehatan, yakni menjaga jarak, menggunakan masker serta disediakan cairan pembersih tangan.

Jatim Sumbang Penambahan Terbanyak Kasus Covid-19

Pada kesempatan tersebut, takbiran daring melalui aplikasi Zoom, juga diikuti warga Jatim yang berada di luar negeri atau di lima benua, yakni di Hong Kong (Benua Asia), Jerman (Eropa), Australia (Australia), Maroko (Afrika) dan Amerika Serikat (Amerika).

Sementara itu, Gubernur Khofifah juga mengingatkan bahwa Pemprov Jatim telah secara tegas melarang takbiran keliling guna mencegah dan memutus mata rantai penularan Covid-19.

Selain itu, tradisi Lebaran berupa bersalaman secara langsung juga diharapkan tak dilakukan agar penyebaran COVID-19 terputus.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim itu menjelaskan, kondisi pandemik ini sangat berbahaya jika ada kerumunan maupun kontak fisik.

"Selama pandemik belum berakhir, sebaiknya tidak melakukan kontak fisik berupa jabat tangan maupun 'cipika-cipiki'. Sebagai gantinya bisa melakukannya dengan telepon, WhatsApp, sms, video call dan sebagainya," tutur Khofifah.



Sumber: ANTARA