Tekanan Sosial Berkurang karena Kepedulian Bersama

Tekanan Sosial Berkurang karena Kepedulian Bersama
Warga Rancaputat, Sumber Jaya, Majalengka, Jawa Barat, mendapatkan beras dari pemerintah desa setempat. ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Sabtu, 23 Mei 2020 | 13:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan, donasi sembako dalam situasi sulit karena pandemi Covid-19, sangat membantu warga, apa pun bentuknya.

“Sebab, lingkungan sangat membutuhkannya. Tekanan sosial menjadi berkurang karena adanya kepedulian terhadap sesama. Aksi ini bisa dilanjutkan dengan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan utama warga,” kata Moeldoko dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/5/2020).

Komentar Moeldoko itu menanggapi pemberian donasi beras kepada masyarakat di Rancaputat, Sumber Jaya, Majalengka, Jawa Barat.

Di tengah pandemi Covid-19, mereka mendapatkan aliran bantuan beras dari Pemerintah Desa (Pemdes) Rancaputat. Jumlah total donasi mencapai 2.500 kilogram. Bantuan serupa lainnya pun dijanjikan akan segera dialirkan kembali.

“Pemberian bantuan sembako bagi masyarakat terus berlangsung. Kami juga memiliki program bantuan pangan sehat bagi warga. Saat ini yang dialirkan berupa beras. Kami harap kebutuhan paling dasar dari masyarakat sementara aman,” ungkap Kepala Desa Rancaputat, Eli Herawati.

Dari total berat 2.500 kg, bantuan beras tersebut terbagi dalam 500 paket. Masing-masing paket beras memiliki berat sekitar 5 kg. Eli menambahkan, pemberian bantuan dilakukan secara bertahap. Artinya, bagi warga yang belum mendapatkan bantuan beras akan diberikan pada agenda berikutnya. Dengan begitu, ada pemerataan kesejahteraan keluarga.

“Dengan berbagai pertimbangan yang ada, beras dibagi menjadi 500 paket. Distribusinya dilakukan secara bertahap. Nanti masyarakat akan mendapatkan kuota seluruhnya. Dan, jatah sementara 5 kg bagi masyarakat cukup bagus. Mereka sekarang memiliki stok makanan untuk beberapa hari. Jadi, tidak perlu cemas meski ekonomi keluarga lumpuh akibat Covid-19,” lanjut Eli.

Distribusi donasi beras tersebut turut dibantu Karang Taruna Karta Putra Sadam Jaya. Sebelum beras, warga Rancaputat menerima pembagian masker. Jumlahnya mencapai 2.000 pcs masker. Masker jadi piranti penting pencegah sebaran Covid-19. Mengacu hasil penelitian, masker kain memiliki efektivitas menangkal infeksi Covid-19 hingga 70%. Daya tahannya 4 jam.

Menjadi alat pelindung diri, masker yang dibagikan jadi produk industri rumahan Rancaputat. Keunggulan potensi konveksi di sana kemudian didorong dengan produksi masker.

Selain perekonomian, masyarakat Desa Rancaputat juga fokus terhadap kesehatan lingkungan. Protokol kesehatan seperti pengukuran suhu tubuh dijalankan secara rutin oleh warga yang mendapat dukungan dari program 10 Rumah Aman. Hasilnya, suhu tubuh rata-rata warga di sana tetap hijau Covid-19. Ada juga aktivitas penyemprotan disinfektan. Sasarannya adalah rumah warga, posyandu, tempat ibadah, hingga beberapa spot di ruas jalan.



Sumber: BeritaSatu.com