Jahe Merah dan Tripang, Pilihan Obat dengan Kembali ke Alam
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jahe Merah dan Tripang, Pilihan Obat dengan Kembali ke Alam

Minggu, 24 Mei 2020 | 14:54 WIB
Oleh : Heriyanto / HS

Jakarta, Beritasatu.com - Kesehatan masyarakat jelas berkorelasi erat dengan pertahanan nasional. Terlebih dalam masa pandemi Coronavirus disease 2019 atau Covid-19 yang mewabah dan menjangkiti penduduk dunia sejak Desember 2019.
Nyaris tidak ada negara yang luput dari virus yang pertama kali merebak di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok tersebut. Para ahli dan peneliti di negara-negara maju berpacu menciptakan antivirus dan obat terapi untuk menyembuhkan pasien. Para dokter membutuhkan berbagai jenis obat dengan senyawa yang tepat untuk diresepkan dalam terapi penyembuhan pasien.

Saat krisis obat dunia di masa pandemi terjadi, bagaimana nasib negara yang 95 persen bahan baku obatnya impor seperti Indonesia? Bukan sekedar persoalan APBN yang tercabik-cabik karena harga yang mahal, dengan nilai impor bahan baku obat setiap tahun mencapai 2,5 miliar dolar AS hingga 2,7 miliar dolar AS, tapi masih bisakah bahan baku obat itu diperoleh dengan mudah sementara seluruh dunia sangat membutuhkan obat.

Sebenarnya, tekad untuk lepas dari impor bahan baku obat telah disampaikan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas di Kantor Presiden pada 21 September 2019, di mana Kepala Negara meminta agar skema insentif bagi riset di bidang farmasi bisa diperbesar. Dia juga meminta agar ada peningkatan insentif untuk riset yang menghasilkan temuan alat kesehatan. Harapannya, mampu menghasilkan produk kesehatan yang kompetitif dengan produksi luar negeri.

Presiden juga meminta agar regulasi yang menghambat investasi maupun pengembangan industri farmasi serta alat-alat kesehatan bisa dipangkas. Proses perizinan juga diminta untuk disederhanakan. Industri farmasi di dalam negeri diharapkan dapat tumbuh dengan baik dan masyarakat dapat membeli obat dengan harga yang lebih murah.

Untuk periode 2020-2024, Indonesia memang memiliki Prioritas Riset Nasional (PRN) di bidang Obat Herbal Terstandar (OHT) dan fitofarmaka, obat dari bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik.
Sebagai negara pemilik mega biodiversity, peneliti Centre for Drug Discovery and Development (CDDD) di Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Mega Ferdina Warsito mengatakan Indonesia mempunyai banyak komoditas yang dapat menjadi calon obat tradisional, baik untuk OHT maupun fitofarmaka. Sekalipun bukan tanaman asli, setidaknya sudah tumbuh dan mudah berkembang di tanah dan iklim Indonesia.

Sebut saja herbal merah, gabungan jahe merah atau Zingiber officinal var rubrum rhizoma dengan rosela merah atau Hibiscus sabdariffa L yang sedang dikembangkan tim CDDD menjadi obat hipertensi.
Mega mengatakan sebenarnya cukup hanya bermodal studi etnobotani sebagai bukti empiris terhadap penggunaan atau pemanfaatan tanaman tersebut, sudah bisa diusung sebagai calon komoditas obat herbal terstandar.
Selain mengupayakan fitofarmaka untuk hipertensi dari herbal merah, tim CDDD juga sedang mengembangkan adjuvan kanker dari tripang pasir atau secara ilmiah dikenal dengan nama Holothuria scabra.

Peneliti lainnya dari Centre for Drug Discovery and Development di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Iskandar Azmy Harahap, selaku koordinator pengembangan fitofarmaka tripang, mengatakan tripang pasir merupakan salah satu keanekaragaman hayati perairan yang dimiliki Indonesia. Tren kesehatan global saat ini memang kembali ke alam, itu pun mulai terjadi di Eropa. Karenanya, memasukkan OHT dan fitofarmaka dalam prioritas riset nasional sangat pas.

“Namanya juga dari alam, biasa kita konsumsi dari dulu sampai sekarang, maka efek tidak baiknya jauh lebih sedikit dari obat konvensional,” kata Peneliti dari Centre for Drug Discovery and Development di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI lainnya Fauzia Nurul Izzati.

Bahan Baku

Iskandar mengatakan tripang pasir ada di seluruh perairan Indonesia dan sudah dibudidayakan oleh nelayan seperti di Bali dan Bintan. Khusus fitofarmaka dengan tripang itu, menurut dia, memang lebih banyak bekerja sama dengan koperasi unit bersama dari nelayan di Bali utara dan Balai Besar Riset Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk ketersediaan bahan bakunya.

Tripang pasir itu, menurut Iskandar, juga banyak ditemui di perairan Bintan, Kepulauan Riau. “Ada dua pulau di sana yang melimpah ruah tripangnya. Kebanyakan justru PMA (penanam modal asing) yang datang membuat tambak sendiri lalu diambil dalam bentuk segar maupun kering. Tidak ada membina nelayan di sana,” jelasnya.

Nelayan maupun pemerintah setempat cukup bingung memanfaatkan tripang pasir yang berlimpah di Bintan. Selain dikonsumsi tidak dalam jumlah yang besar, biota laut tersebut diekspor ke Hong Kong maupun negara di Asia Timur lainnya. Apa yang dikehendaki oleh 24 peneliti dan dua teknisi yang tergabung dalam CDDD tersebut, pengembangan dua fitofarmaka juga dapat menciptakan peluang ekonomi bagi setiap mereka yang terlibat proses produksinya dari hulu hingga hilir.

“Pemberdayaan nelayan terjadi, kita memberikan added value juga. Jadi semoga bisa menarik perekonomian di daerah. Lagi pula mereka bingung mau diapakan,” kata peneliti dari Center for Drug Discovery and Development Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Siti Irma Rahmawati.

Mereka ingin sebisa mungkin membantu usaha kecil menengah (UKM) untuk memberi nilai tambah. Hal tersebut berlaku juga pada pengembangan jahe merah sebagai salah satu bahan baku untuk fitofarmaka hipertensi.

Baca : Fitofarmaka, Obat Alami Berharap Masuk E-Katalog BPJS

“Jadi kita coba bantu UKM untuk mendapat nilai tambah. Kemudian produk itu tidak cuma jadi satu, bisa dikembangkan lebih ke pangan fungsional. Ok, misalkan rendeman jahe merah itu sebagai apa, ternyata ‘limbah’ hasil samping yang masih bisa digunakan dan punya nilai,” kata Irma yang menjadi koordinator pengembangan fitofarmaka herbal merah.

Dia menjelaskan varietas asli Afrika tersebut berbeda dengan jahe lainnya karena kandungan shogaolnya lebih banyak. Meski demikian dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS), tiga tahun terakhir justru produksi jahe merah menurun. “Ya, mungkin jadi tanda tanya kenapa justru menurun. Meski dengan adanya (pandemi virus) Corona pasti jumlahnya akan naik lagi karena orang membaca pasar,” kata Irma seperti ditulis Antara.

Namun, di tengah upaya percepatan pengembangan fitofarmaka di dalam negeri, persoalan bahan baku seperti itu menjadi masalah, karena yang terjadi jahe merah yang produksinya memang sudah menurun ditambah diburu masyarakat untuk pencegahan Covid-19 menjadi semakin sulit diperoleh.

Bagi petani, menurut Irma, sebenarnya secara ekonomi peluang memasok bahan baku fitofarmaka sangat menarik.
Tim CDDD telah bekerja sama dengan Badan Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Kementerian Pertanian yang memiliki bibit unggul jahe merah sekaligus SOP budi dayanya. Belum banyak petani yang paham soal standar bahan baku untuk farmasi, dan itu menjadi persoalan.

“Kenapa farmasi masih impor? Karena standar bahan bakunya itu. Belum banyak yang paham soal standarisasi bahan baku obat, makanya penting kerja sama dengan Kementerian Pertanian juga untuk memastikan standarnya,” ujar dia.
Setelah itu, ia mengatakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang memperbanyak karena yang memiliki lahan, sedangkan petaninya dari Kementerian Pertanian.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sampaikan Selamat Idulfitri, Tjahjo Kumolo: Tetap Sehat, Semangat dan Optimis

Tjahjo menuturkan, Idulfitri merupakan momentum kembali ke fitrah setelah kurang lebih sebulan berpuasa dalam bulan Ramadan.

NASIONAL | 24 Mei 2020

Risma Harap Idulfitri Jadi Momen untuk Berjuang Lawan Covid-19

Momen Idulfitri juga diharapkan menjadi penyemangat untuk tetap berjuang melawan virus corona jenis baru penyebab Covid-19.

NASIONAL | 24 Mei 2020

59 Napi di Sumut Mendapat Remisi

Mereka langsung bebas saat Lebaran.

NASIONAL | 24 Mei 2020

Tangkap Komplotan Sabu Hampir 1 Ton, Ahmad Sahroni Apresiasi Polri

Hal itu membuktikan bahwa Polri bisa tetap fokus menjalankan tugasnya secara maksimal meskipun tengah menghadapi pandemi Covid-19 dan momentum Idul Fitri.

NASIONAL | 24 Mei 2020

Spin Gandeng Baznas untuk Pembayaran ZIS Daring

Baznas merupakan badan resmi dan satu-satunya yang dibentuk pemerintah dengan tugas dan fungsi menghimpun dan menyalurkan ZIS pada tingkat nasional.

NASIONAL | 24 Mei 2020

Agenda Reformasi Sudah Dikhianati

"Pemerintah dan DPR mengkhianati agenda reformasi. Pemerintah dan parlemen tidak memiliki upaya untuk tuntaskan agenda reformasi."

NASIONAL | 24 Mei 2020

Visi ASN Milenial: Ubah Stigma PNS dan Bangun Kepercayaan Publik

"Kita tunjukkan bahwa masih banyak PNS yang baik dan keren di Indonesia. Kita rebrand PNS dengan meningkatkan public trust melalui kinerja bibit-bibit ASN."

NASIONAL | 24 Mei 2020

105.325 Napi Dapat Remisi Idulfitri, 365 Orang Langsung Bebas

Pemberian hak remisi ini dilakukan secara cepat dan transparan.

NASIONAL | 24 Mei 2020

Disebut Korupsi, Wali Kota Sorong Klarifikasi ke KPK

"Jadi ini sangat politis dilakukan oleh pihak tertentu dan ini perbuatan pencemaran nama baik," kata Wali Kota Sorong Lambertus Jitma.

NASIONAL | 24 Mei 2020

Dua Warga Jatim Masuk Denpasar Positif Virus Corona

Dewa Rai tetap mengingatkan bahwa kasus Covid-19 di Kota Denpasar menunjukan tren meningkat.

NASIONAL | 24 Mei 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS