Stok Pangan di Kulon Progo Aman Sampai Desember

Stok Pangan di Kulon Progo Aman Sampai Desember
Ilustrasi beras. (Foto: Antara / Akbar Nugroho Gumay)
/ FMB Senin, 25 Mei 2020 | 10:40 WIB

Kulon Progo,Beritasatu.com - Bupati Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sutedjo memastikan stok bahan pangan di wilayah ini aman hingga hingga akhir Desember, sehingga warga tidak perlu khawatir.

"Stok beras surplus 34.000 ton, sayur-sayuran seperti cabai, terung, kacang panjang hingga kangkung hampir panen setiap hari, khususnya di kawasan lahan pesisir," kata Sutedjo di Kulon Progo, Senin (25/5/2020).

Selain itu, produsen ayam potong dan ayam petulur sangat mencukupi kebutuhan pangan, begitu juga produksi lele sangat tinggi, sehingga mampu mencukupi kebutuhan wilayah DIY.

"Kami pastikan stok pangan di Kabupaten Kulon Progo aman hingga akhir tahun ini. Bahkan pada Desember di beberapa kecamatan juga mememasuki panen. Artinya, dari sisi ketahanan pangan ini membuat kami optimistis mampu menghadapi pandemi Covid-19," kata Sutedjo.

Ia sudah menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta OPD lain untuk memetakan ketersediaan pangan dalam mengahadapi pandemi Covid-19.

Hasilnya bahwa produksi beras aman dan produksinya surplus, perikanan budi daya mulai dari lele, nila, dan gurami juga surplus. Produksi hortikultura juga surplus, khususnya cabai.

Namun demikian, ia mengimbau masyarakat tetap memanfaatkan pekarangan untuk ditanami sayuran atau budi daya lele dan ayam untuk mencukupi kebutuhan pangan, sehingga ketersediaan bahan pangan lebih aman.

"Untuk menghadapi pandemi Covid-19 dalam sisi ketahanan pangan, peran masyarakat juga dibutuhkan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk ditanami kebutuhan sehari-hari berdasarkan potensi yang ada," katanya.

Wakil Ketua I DPRD Kulon Progo Ponimin Budi Hartono meminta pemkab tetap menjamin ketersediaan pangan masyarakat. Kebutuhan mendesak dan harus terpenuhi dalam menghadapi pandemi Covid-19 adalah ketercukupan pangan supaya tidak menimbulkan gejolak sosial di tengah masyarakat.

"Ketersedian pangan adalah hal yang mutlak harus tersedia. Untuk itu, sektor pertanian dan budi daya harus mendapat perhatian serius pemkab," katanya.



Sumber: ANTARA