PSBB Surabaya Raya Diperpanjang

PSBB Surabaya Raya Diperpanjang
Warga menutup akses di sepanjang Jalan Jepara, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (15-4-2020) sebagai dampak adanya beberapa temuan kasus Covid-19 di kawasan tersebut. (Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono/aww.)
Teguh L Rahmadi / YUD Senin, 25 Mei 2020 | 19:46 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) wilayah Surabaya Raya, yang meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Gresik, Tahap III, dilaksanakan mulai 26 Mei-8 Juni 2020. Sementara itu PSBB Tahap II berlangsung 14 hari berakhir 25 Mei.

"Setelah dilakukan evaluasi PSBB Tahap I dan II, maka ketiga daerah tersebut sepakat PSBB dilanjutkan sampai 14 hari mendatang," kata Sekretaris Daerah Jatim, Heru Tjahjono, di Surabaya, Senin (25/5/2020) petang.

Menurut Heru, yang juga Koordinator Satgas PSBB, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Forkopimda Provinsi Jatim, Polrestabes Surabaya, Pemkot Surabaya, Pemkab Gresik dan Sidoarjo.

“Keputusan yang diambil adalah domainnya pemerintah kabupaten/kota masing-masing. Gubernur hanya sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat untuk memediasi dan mengevaluasi PSBB Tahap I dan II,” katanya.

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sidoarjo, Achmad Zaini mengakui, penyebaran Covid-19 di Sidoarjo, masih tinggi mencapai 533 positif.

Ia menambahkan, akan merevisi Peraturan Bupati (Perbup) untuk pelaksanaan PSBB Tahap III. Pihaknya akan memberdayaan desa, RT dan RW dan menambahkan kampung tangguh untuk revisi Perbup Sidoarjo.

Plh Sekdakab Gresik, Nadlif mengatakan, dalam tiga hari terakhir tambahannya lumayan banyak, sehingga total pasien positif 132 orang.

Gresik sepakat melanjutkan PSBB Tahap III. Ada pun temanya adalah penegakan protokol kesehatan, dengan melakukan pembatasan mobilitas manusia dari dan ke Surabaya, terutama daerah perbatasan.

Untuk posko check point dari 16 titik tinggal 7 titik, yang 9 titik akan diupayakan di fasilitas umum, seperti pasar dan mal.

Dikatakan, Gresik akan memberlakukan pintu masuk dan keluar untuk perusahaan, untuk pintu masuk dan pintu keluar dipisah.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto menyatakan, pihaknya sepakat dengan Gresik dan Sidoarjo untuk PSBB Tahap III.

"Kami ingin meningkatkan civil society, yakni, pemberdayaan masyarakat tingkat RT/RW melalui pembentukan gugus tugas penanganan Covid-19 di tingkat RW. Yakni, membentuk ‘Kampung Wani Jogo Suroboyo," Kata Eddy.

Kampung ini dikatakan berbasis RW. Polanya adalah gotong royong dan kemandirian. Ia bertekad segera memutuskan penyebaran Covid-19 di Surabaya.

Sekdaprov Jatim menambahkan, setelah mendengarkan ketiga daerah tersebut, melalui Keputusan Gubernur Jatim nomor 188.258/KPTS/013/2020 tentang Perpanjangan Pemberlakukan PSBB di Surabaya Raya, selama 14 hari. Terhitung 26 Mei-8 Juni 2020.

Ada pun penanggung jawab operasional PSBB Tahap III adalah masing-masing kepala daerah di Surabaya Raya, untuk mengerahkan SDM dan logistiknya dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.



Sumber: BeritaSatu.com