Jateng Bersiap Terapkan Normal Baru

Jateng Bersiap Terapkan Normal Baru
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau pengecekan kesehatan kepada PMI yang tiba di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Selasa (19/5/2020). (Foto: Istimewa)
Stefi Thenu / FMB Selasa, 26 Mei 2020 | 07:33 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Seluruh kantor instansi pemerintah dan swasta, serta pabrik, pasar maupun swalayan, bersiap menerapkan normal baru (the new normal) kehidupan di tengah-tengah Covid-19. Namun, sebelum normal baru benar-benar diterapkan di seluruh lapisan masyarakat, instansi pemerintah mesti memberi contoh terlebih dahulu.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan, seluruh perkantoran dinas di jajarannya mulai melakukan penataan pada Selasa (26/5/2020) untuk menuju penerapan normal baru.

"Jadi yang layanan umum mesti mengikuti protokol kesehatan, biasanya yang berhubungan dengan masyarakat langsung ada tabir pembatasnya. Yang back office mereka kita minta untuk mengatur jaraknya agar tidak terlalu dekat," kata Ganjar, Selasa (26/5/2020).

Menurut Ganjar, panduan penerapan normal baru telah dia terima, demikian pula para bupati dan wali kota. Bukan hanya kantor pemerintahan, pihaknya juga menginstruksikan agar seluruh instansi swasta melakukan penyesuaian, dari pasar, mal sampai pabrik. Dikatakan, instansi swasta sebenarnya sudah melakukan percobaan cukup banyak, dari pengaturan jarak, aturan mengenakan masker sampai sering-sering cuci tangan.

"Di Kudus kemarin sudah ada yang menerapkan, maka beberapa pabrik juga kita minta untuk melakukan itu agar bisa ditiru. Pasar-pasar, seperti di Salatiga, juga telah lebih dulu," katanya.

Kalau penerapan di pabrik, pasar, maupun mal sudah menjadi pengetahuan umum, mulai visualnya, bentuk serta polanya, menurut Ganjar, dengan sendirinya, semua akan menemukan satu formula yang bagus.

Bahkan khusus untuk supermarket dan mal, Ganjar telah menginstruksikan agar bupati dan wali kota lebih ketat menerapkan aturan protokol kesehatan. Saat ini telah memasuki masa-masa kritis, terutama saat Ramadan dan Lebaran kemarin dengan banyaknya masyarakat yang belanja.

"Kita sudah minta kalau tidak bisa taat, tutup! Mudah-mudahan pasca-Lebaran ini sudah agak reda sehingga bisa diatur lagi. Kita minta pengusaha tolong semuanya diatur dengan baik," tambahnya.

Agar aturan protokol kesehatan itu berjalan optimal, seluruh daerah diminta menerjunkan seluruh potensi penegak peraturan, dari Satpol PP, Satpam sampai peran pengawasan masyarakat. Apalagi beberapa daerah telah menerbitkan regulasi, dari Peraturan Wali Kota maupun Peraturan Daerah.

"Tapi kita belum akan melakukan normal baru dalam waktu dekat. Kalau nanti kita melihat grafiknya masih tinggi, tentu normal baru belum bisa kita terapkan. Grafiknya harus turun dulu. Kalau sudah mulai turun ekstrem sampai hampir menyentuh batas bawah, nah itu normal baru bisa diterapkan. Sekarang kita latihan dulu," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com