Studysaster Perkuat Peran Guru dalam Edukasi Pencegahan Covid-19

Studysaster Perkuat Peran Guru dalam Edukasi Pencegahan Covid-19
Metode Pembelajaran Studysaster (Foto: Ditjen GTK Kemdikbud)
Jayanty Nada Shofa / JNS Selasa, 26 Mei 2020 | 11:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19). Berbagai upaya pun dilakukan untuk mengedukasi masyarakat betapa pentingnya mematuhi protokol kesehatan.

Di ranah pendidikan, misalnya, guru dapat mendorong siswa untuk membuat karya seperti poster maupun komik terkait pentingnya mencuci tangan. Karya ini kemudian dapat diunggah di media sosial. Dengan ini, guru tidak hanya mengajarkan pencegahan virus corona kepada siswa, tetapi secara tidak langsung juga ke masyarakat luas.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Siaga Bencana SMP Negeri 01 Batu Zakki Fitroni.

Cara ini, ungkap Zakki, merupakan bagian dari model pembelajaran studysaster yang mengintegrasikan pendidikan bencana Covid-19 dalam kegiatan belajar mengajar.

"Harapannya, siswa mampu mengedukasi dirinya sendiri maupun orang lain tentang Covid-19 dari hasil karya pembelajaran berupa puisi, cerpen, video, foto, poster, komik atau lainnya. Tentu dengan bimbingan secara daring oleh guru pengampu setiap mata pelajaran," ungkap Zakki di laman guruberbagi.kemdikbud.go.id.

Studysaster, lanjut Zakki, terdiri dari enam langkah pembelajaran yakni mengidentifikasi, mencari, merencanakan, menciptakan, membagikan dan mempraktikkan.

Pertama, siswa dapat berdiskusi bersama guru secara daring untuk mengidentifikasi penyebab, serta risiko bencana kesehatan Covid-19 pada dirinya sendiri maupun orang sekitar.

Kemudian, siswa mencari referensi di internet untuk memberikan gambaran terkait pencegahan corona dan cara penyampaian yang dipilih. Agar tetap terarah, mereka bisa tetap berkonsultasi dengan guru.

Pada tahap perencanaan, siswa membuat sketsa kasar atau kerangka tulisan mengenai konsep, pesan, tema dan visual yang akan dituangkan dalam karya hasil pembelajaran.

Studysaster lalu dilanjutkan dengan tahap penciptaan karya hasil pembelajaran berdasarkan kerangka yang telah dibuat.

Karya ini diwajibkan berbentuk file digital agar dapat dibagikan kepada masyarakat luas melalui media sosial.

Adapun studysaster tidak hanya menekankan pada tataran konseptual saja.

Melainkan, siswa juga diminta untuk mempraktikkan protokol kesehatan yang disampaikan melalui karya yang telah dibuat. Kemudian, kegiatan tersebut didokumentasikan dan dilaporkan kepada guru sebagai bukti dirinya telah melakukan langkah praktik.

Menurut Zakki, studysaster dapat memperkuat peran guru dalam edukasi pencegahan virus corona secara luas.

"Satu guru akan membimbing banyak peserta didik untuk mengedukasi dirinya sendiri. Selanjutnya, puluhan atau ratusan siswa tersebut akan mengedukasi orang sekitarnya dan masyarakat luas melalui media sosial," jelasnya.



Sumber: BeritaSatu.com