Operasi Ketupat Polda Bengkulu, Angka Kriminilitas Turun 3,74%

Operasi Ketupat Polda Bengkulu, Angka Kriminilitas Turun 3,74%
Sebanyak 1.358 personil gabungan di siagakan dalam Operasi Ketupat Lodaya di Kota Bogor, Selasa (28/5/2019). (Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale)
Usmin / LES Selasa, 26 Mei 2020 | 15:36 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Operasi Ketupat di jajaran Polda Bengkulu, yang berlangsung selama satu bulan, sejak 24 April hingga-25 Mei 2020, telah berhasil menekan angka kriminalitas. Jika tahun lalu sebanyak 242 kasus, pada operasi tahun ini hanya terjadi sebanyak 232 kasus atau turun 3,74% kasus gangguan kamtibmas.

"Operasi Ketupat yang digelar Polda Bengkulu pada 2020 telah mengalami penurunan kasus 3,74% dari operasi yang sama pada 2019 sebanyak 242 kasus," kata Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, di Bengkulu, Selasa (26/5/2020).

Dijelaskan, dari 232 kasus kamtibmas yang terjadi selama Operasi Ketupat Nala 2020, kasus kejahatan konvensional paling menonjol sebanyak 213 kasus, kemudian disusul kasus kejahatan transnasional sebanyak 18 kasus, serta 1 kasus bencana alam.

Dari 232 kasus kamtibmas yang terjadi tersebut, meliputi kasus curat sebanyak 27 kasus, narkotika sebanyak 18 kasus, penggelapan sebanyak 16 kasus, curanmor 15 kasus, dan perkosaan sebanyak 5 kasus.

Selain itu, kejadian lakalantas sebanyak 12 kasus, terdiri dari 4 korban meninggal dunia, 7 korban luka berat serta 8 korban luka ringan. Sedangkan untuk pelanggaran lalu lintas Ditlantas Polda mengeluarkan 95 tindakan tilang dan 118 tindakan teguran kepada para pelanggar.

Terkait larangan mudik, Kombes Pol Sudarno mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait telah memerintahkan sebanyak 402 kendaraan mudik putar balik. Rinciannya sebanyak 70 kendaraan sepeda motor dan 325 kendaraan roda empat pribadi dan 7 kendaraan angkutan umum atau travel.

Kendaraan pemudik diperintahkan putar balik sebanyak 402 unit. Kendaraan ini terjaring di 4 posko penjagaan di perbatasan, yakin posko penjagaan Bengkulu batas Lampung, Bengkulu batas Lubuklinggau, Sumsel, Bengkulu batas Padang, Sumbar dan Bengkulu batas Lintang Empat Lawang, Sumsel.

"Petugas kita di lapangan tegas bagi pemudik dari luar yang akan masuk ke Bengkulu tidak diloloskan dan mereka diperintahkan putar balik dan kembali ke daerah asalnya. Ini kita lakukan agar penyebaran wabah Covid-19 tidak meluas," ujarnya.

 



Sumber: BeritaSatu.com