Mahfud Sebut New Normal Belum Diputuskan

Mahfud Sebut New Normal Belum Diputuskan
Menko Polhukam Mahfud MD saat memberikan khotbah Idulfitri 1441 H, Minggu 24 Mei 2020 di kediamannya. (Foto: dok)
Robertus Wardi / FER Selasa, 26 Mei 2020 | 16:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menko Polhukam, Mahfud MD mengemukakan, cara hidup baru atau new normal dalam menghadapi penyebaran virus corona (Covid-19) belum diputuskan oleh pemerintah. New normal masih sebagai wacana yang dipersiapkan pemerintah.

Baca Juga: Pemprov DKI Siapkan Protokol New Normal

"Sekarang ini pemerintah, ada wacana, belum keputusan. Wacana bagaimana tentang new normal itu. Oleh sebab itu ada model-model perhitungan. Perhitungan matematis," kata Mahfud dalam acara halalbihalal virtual dengan keluarga besar Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah, Selasa (26/5/2020).

Mahfud menjelaskan dalam sidang kabinet ada tiga sumber yang memberikan permodelan new normal. Ketiganya adalah Menteri Perhubungan (Menhub), Ketua Bappenas dan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Dari tiga sumber itu, dilihat data perkembangan virus corona (Covid-19).

"Ketemu semua. Oh ini ada penurunan kalau ada pembatasan. Tapi semuanya bisa dihitung," ujarnya.

Baca Juga: Pelonggaran PSBB Dievaluasi Setiap Minggu

Mahfud memberi contoh DKI Jakarta saat ini, tingkat penularan atau reproduction rate (R0) dari virus corona (Covid-19) adalah 0,9. Ada sembilan provinsi yang sekarang R0 di bawah 1. Tapi ada juga yang tinggi sekali seperti Gorontalo dan Jawa Timur.

"Itu ada perhitungannya. Nah di dalam keadaan itulah kita berpikir bagaimana kita hidup normal dengan fakta-fakta itu. Karena apa? Ndak mungkin kita, begitu ya, orang mau jualan tidak bisa, mau membeli tidak bisa, ini tidak bisa. Nah itulah wacana yang berkembang," jelas Mahfud.

Mantan ketua Mahkamah Kostitusi (MK) ini menegaskan, atas wacana new normal tersebut, ada yang setuju tetapi ada juga yang tidak setuju. Pro dan kontra terjadi baik dalam kalangan dokter, ulama, sosiolog hingga masyarakat luas.

Baca Juga: Ini Panduan Lengkap Kerja Era New Normal

"Nah, bagaimanapun pemerintah harus mengambil keputusan. Kita harus mengambil keputusan yang terbaik. Bagaimana yang terbaik, mari kita diskusi. Belum ada keputusan soal itu, semua masih dalam wacana dan kontroversi masih ada," ungkap Mahfud.

Menurut Mahfud, gaya hidup baru dalam menghadapi virus corona (Covid-19) berupa selalu pakai masker, jaga jarak, sering cuci tanggan dan menjaga kebersihan. Apalagi, Kementerian Kesehatan (Kemkes)  telah menggeluarkan Peraturan Menteri bagaimana menjalankan pola new normal tersebut.

"Jika akhirnya sudah ditetapkan oleh pemerintah maka setiap masyarakat wajib mengikuti pola-pola yang ditetapkan dalam new normal. Nah, jika telah ditetapkan new normal, maka masyarakat akan menerapkan gaya hidup dengan cara itu," tutup Mahfud.



Sumber: BeritaSatu.com