Ganjar Pranowo Minta Warga Jateng Tidak Nekat ke Jakarta

Ganjar Pranowo Minta Warga Jateng Tidak Nekat ke Jakarta
Gubernur Jawa tengah, Ganjar Pranowo (tengah), bersama istrinya, Siti Atikoh, dan putranya, Alam. (Foto: Istimewa)
Stefi Thenu / AMA Selasa, 26 Mei 2020 | 17:06 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperketat para pendatang yang akan masuk ke daerah itu. Mereka yang tidak memiliki izin khusus, akan dilarang masuk dan diminta putar balik.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta masyarakat yang sudah telanjur mudik untuk tidak nekat kembali ke Jakarta. Kecuali, mereka yang telah memiliki izin dari tempat kerjanya masing-masing.

"Jangan nekat ke Jakarta, kecuali mereka yang bekerjanya di kantoran, pasti pulangnya kemarin kan pakai izin," kata Ganjar, Selasa (26/5/2020).

Karena ada aturan pengetatan itu, menurutnya masyarakat tidak perlu balik ke Jakarta. Apalagi, Jakarta merupakan salah satu episentrum penyebaran Covid-19.

"Ketika di suatu tempat terjadi wabah, janganlah kamu mendekati daerah wabah itu. Itu saja rumusnya. Yang nekat, ya Anda akan mendapatkan kondisi yang tidak nyaman," tegasnya.

Dia meminta masyarakat yang sudah telanjur mudik untuk tetap di Jawa Tengah. Dalam beberapa kesempatan, Ganjar menegaskan bahwa pihaknya sudah merencanakan program pemberdayaan bagi masyarakat terdampak.

Mereka yang tidak bisa bekerja akan diberikan pelatihan, modal usaha hingga pemasaran sesuai potensi masing-masing. Pihaknya sudah bekerja sama dengan sejumlah e-commerce raksasa nasional untuk menyukseskan program itu.

"Lebih baik sekarang yang sudah telanjur mudik, tetap di daerah saja. Toh kemarin meski dilarang, Anda juga mbolos dan nekat. Saya ingatkan hati-hati, jangan nekat (kembali ke Jakarta)," tandasnya.

Sebelumnya, meski pemerintah melarang mudik, banyak warga Jawa Tengah yang bekerja di Jakarta maupun kota besar lain seperti Bodetabek nekat untuk mudik. Mereka menggunakan berbagai cara agar bisa berlebaran di kampung halaman masing-masing.

Tercatat, lebih dari 600.000 warga Jateng yang ada di Jabodetabek nekat mudik ke kampung halaman masing-masing tahun ini.