SoD UPH Bagikan 858 Face Shield Gratis Produksi Sendiri ke Rumah Sakit dan Puskesmas

SoD UPH Bagikan 858 Face Shield Gratis Produksi Sendiri ke Rumah Sakit dan Puskesmas
Face Shield buatan School of Design Universitas Pelita Harapan (SoD UPH). (Foto: Istimewa)
Rully Satriadi / RSAT Rabu, 27 Mei 2020 | 13:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - School of Design (SoD) Universitas Pelita Harapan (UPH) mengirimkan 858 alat pelindung diri (APD) face shield  gratis kepada 25 rumah sakit dan puskesmas, serta individu yang membutuhkan di masa pandemi Covid-19.

APD face shield buatan SoD UPH ini mengadopsi dua desain dari Cornell University dan Form-operation yang mampu menjawab dua kriteria produk yaitu nyaman dan aman.

“APD face shield gratis ini sepenuhnya dibiayai oleh SoD UPH,” ujar Jacky Thiodore, Kordinator Gerakan Donasi APD Face Shield dalam keterangan tertulis kepada Beritasatu.com, Rabu (27/5/2020).

Jacky mengatakan peran media sosial (medsos) mampu menjadi pendongkrak gerakan positif yang berdampak dalam menghadapi pandemi Covid-19. Kali ini gerakan para akademisi dan FabLab (Fabrikasi Laboratorium) di Amerika yang meramaikan dunia maya dengan hashtag #operationPPE (Operation Personal Protective Equipment) turut menginspirasi SoD UPH.

Gerakan ini merupakan gerakan pembuatan APD menggunakan teknologi prototyping. SoD UPH menggabungkan ide tersebut dengan kecanggihan fasilitas SoD UPH dalam memproduksi dan memberikan face shield secara gratis kepada tenaga medis dan non medis.

Menurut Jacky gerakan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara teknologi, sisi humanisme, dan medsos mampu menciptakan hal yang positif.

“Media sosial tidak hanya sekadar jadi media tempat berkomentar tanpa arah, tetapi mampu jadi ide sekaligus corong penggerak sebuah gerakan sosial yang nyata,” ujar Jacky.

Dijelaskan keinginan untuk berkontribusi mencukupi kebutuhan APD merupakan sisi humanisme yang mendasari gerakan ini. Tentunya adanya fasilitas dengan kuantitas dan kualitas yang mumpuni juga berperan dalam kelancaran gerakan ini.

Disebutkan SoD UPH memiliki 12 maker bot 3D Printing dan mesin Lasercut, sehingga proses pembuatan face shield dapat dikerjakan dengan baik. Selain itu penyebaran informasi melalui medsos terbukti efektif, terlihat dari antusiasme pemesanan hingga 858 face shield dalam kurun waktu 4 minggu.

Lantaran kegiatan belajar-mengajar di UPH sudah dilakukan secara online dan tidak ada lagi aktivitas di kampus, Jacky bersama tim melihat ini merupakan momentum untuk lebih produktif untuk mengoptimalkan fasiltas di SoD UPH untuk sesuatu yang lebih berdampak bagi masyarakat.

“Bersama 7 orang lainnya yang terdiri dari dosen dan laboran, melakukan padat karya penyelesaian APD ini untuk setiap batch-nya. Mulai dari proses besar dengan menggunakan 3D Printing dan mesin Lasercut, pekerjaan manual, hingga proses penerimaan pesanan dan pengiriman produk dilakukan oleh tim SoD,” jelas Jacky.

Diakui Jacky, produksi face shield SoD UPH sendiri memang belum diuji klinis ataupun pengajuan lolos persyaratan anti-infeksi karena prosesnya butuh waktu. Namun material face shield yang diproduksi merupakan material yang dapat dibersihkan dengan alkohol.

Untuk penggunaan pun Jacky menganjurkan agar selalu dibersihkan berkala. Meski demikian menurut Jacky, face shield ini telah mendapat feedback positif yaitu face shield produksi UPH memiliki material dan kualitas yang dapat diandalkan di masa darurat.

Dekan SoD UPH Martin Luqman Katoppo bersyukur atas inisiatif yang dilakukan, ini membuktikan komitmen SoD UPH untuk menerapkan keilmuan desain sebagai solusi untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat (PKM).

“Gerakan ini merupakan sumbangsih nyata yang bisa SoD UPH lakukan dalam situasi pandemi ini. Bukti dari key values kami yang ingin berdampak pemulihan, menjadi berkat dan terang bagi sesama, dan bergotong-royong membantu pemerintah menghadapi situasi ini,” tegas Martin.

Ditambahkan kondisi saat ini merupakan sebuah situasi yang membuat sistem hidup tidak berfungsi, sehingga dibutuhkan peran beragam lapisan masyarakat untuk bersama menghadapi pandemi ini.

“Untuk itu UPH mengapreasiasi inisiatif gerakan-gerakan positif yang muncul di tengah komunitas UPH. Mari bersatu menghadirkan solusi kreatif di situasi pandemi saat ini,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com