DIY Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19

DIY Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19
Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, memberikan keterangan pers tentang perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19 di DIY usai rapat forum pimpinan daerah DIY di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu, 27 Mei 2020. (Foto: Suara Pembaruan/Fuska Sani)
Fuska Sani Evani / CAH Rabu, 27 Mei 2020 | 14:56 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Pemerintah DI Yogyakarta memperpanjang masa tanggap darurat bencana virus Covid-19 yang berakhir pada 29 Mei, dilanjutkan hingga 30 Juni 2020, melalui Surat Keputusan Gubernur DIY Nomer 121/Kep/2020. Sekertaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, keputusan pemperpanjang masa tanggap darurat tersebut, berdasarkan keputusan Presiden RI, bahwa penganggulangan bencana non alam, tidak ada batas waktunya.

“Tetapi akan ditinjau ulang kalau kondisi sudah membaik. Itu dasar hukum kita,” ujar Sekda DIY usai rapat forum pimpinan daerah DIY, Rabu (27/5/2020) di Kompleks Kepatihan Yogyakarta.

Landasan penentuan perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19 di DIY ini juga berdasar dengan kondisi kesehatan masyarakat, bahwa penularan virus masih berlangsung, meski dalam dua hari terakhit menunjukkan angka 0 (nol) positif. 

Baca JugaPolda DIY: Pemudik Tak Bisa Tunjukkan SIKM Harus Kembali

“Tetapi kita belum pastikan ke depan apakah kita bisa mempertahankan nol positif. Kedua, dalam masa tanggap darurat, tidak hanya bicara soal kesehatan tetapi juga dampak sosial dan ekonomi. Pemda DIY baik kabupaten/kota masih terus melakukan pembagian Bansos, sehingga dibutuhkan masa tanggap darurat,” katanya.

Sementara itu, terkait fase new normal (normal baru), Kadarmanta menyatakan bahwa Pemda DIY tidak pernah menutup tempat wisata di DIY, termasuk pusat perbelanjaan dan hotel. Penutupan ruang komunal masyarakat itu dilakukan secara swadaya oleh pengelola, dengan pertimbangan logis yakni biaya operasional jika zero pengunjung.

“Kita tidak pernah menutup diri, tetap semua atas kesadaran pengelola dan masyarakat sendiri. Jika pun tetap buka, contoh Taman Pintar Yogyakarta, maka tingkat kunjungan tidak bisa menutup biaya operasional,” katanya.

Baca JugaPelayanan Publik di Pemkot Yogyakarta Langsung Ramai Dikunjungi Warga

Sedang rencana pemerintah pusat yang membuka atau menerapkan fase new normal di bebepara provinsi, menurut Sekda tidak akan berdampak signifikan, mengingat wisatawan hanya berputar di wilayah Jawa.

“Misal kita buka destinasi wisata, maka pengunjungnya justru dari Jawa juga yang menjadi zona merah. Bagaimana SOP nya untuk mencegah penularan virus Covid-19 yang lebih luas, harus disiapkan dulu. Saat ini belum bisa karena potensi penularan masih terjadi,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Sekda, paling cepat, DIY bisa menerapkan new normal, Juli mendatang, itupun harus didasari evaluasi secara menyeluruh bagaimana tingkat kepatuhan masyarakat pada masa tanggap darurat. Sekda juga menyatakan, masa tanggap darurat di DIY, juga bisa diartikan sebagai cara menyiapkan fase new normal tersebut, sekaligus masyarakat DIY untuk hidup normal dengan SOP yang ketat. 



Sumber: BeritaSatu.com