Ini 10 Indikator WHO untuk Buka dan Longgarkan PSBB

Ini 10 Indikator WHO untuk Buka dan Longgarkan PSBB
Doni Monardo Tegaskan Mudik Tetap Dilarang, Tapiā€¦ (Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV)
Lenny Tristia Tambun / MPA Rabu, 27 Mei 2020 | 14:56 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan ada tiga kriteria yang ditentukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk membuka kembali daerah yang diisolasi atau melakukan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Ketiga kriteria tersebut antara lain masalah kesehatan masyarakat yang meliputi epidomologis dan survailance, kesehatan masyarakat dan sistem pelayanan kesehatan,” kata Doni Monardo seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu (27/5/2020).

Dari ketiga kriteria tersebut, lanjutnya, dijabarkan menjadi 10 indikator yang direkomendasikan oleh WHO bagi daerah atau negara yang ingin membuka kembali wilayahya.

Kesepuluh indikator tersebut, antara lain adalah penurunan jumlah kasus positif lebih dari 50 persen selama dua pekan, penurunan jumlah kasus ODP dan PDP lebih dari 50 persen selama dua pekan. Kemudian, adanya penurunan jumlah kasus meninggal ODP dan PDP, adanya penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di rumah sakit (RS) dan penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat di RS.

Selanjutnya, adanya kenaikan jumlah kasus sembuh dari kasus positif, kenaikan jumlah penyelesaian pemantauan dari ODP dan PDP, angka reproduktif (R0) dan angka reproduktif efektif (Rt) kurang dari satu serta jumlah pemeriksaan spesimen meningkat dalam dua pekan terakhir.

“Nah ini adalah poin-poin yang aka nenjadi rujukan kami. Dan kami tetap akan berkonsultasi dengan Menteri Bappenas dan Menko Perekonomian, sehingga nanti daerah-daerah yang diberikan kelonggaran atau melakukan aktivitas lebih luas itu juga berdasarkan kesanggupan dari daerah,” terang Doni Monardo.

Sehingga, lanjut Kepala BNBP ini, pemerintah pusat akan memberikan sebuah data daerah yang dapat dibuka kembali setelah pelaksanaan PSBB, disesuaikan dengan kemampuan dan kesanggupan pemerintah daerah untuk membuka kembali daerahnya atau memberikan kelonggaran PSBB.

“Pemerintah pusat memberikan sebuah data untuk bisa dibuka, tetapi apakah itu langsung dibuka atau tidak, itu sangat ditentukan oleh kesiapan daerah, terutama kesanggupan bupati, wali kota dan juga gubernur,” ungkap Doni Monardo.

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan ada dua kriteria daerah yang dapat dilakukan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga bisa dibuka untuk melakukan aktivitas kembali.

Kriteria pertama, adalah daerah yang sama sekali tidak ada kasus positif virus corona atau Covid-19. Diungkapkannya, ada sebanyak 110 kabupaten kota yang tercatat nol kasus positif corona, dengan rincian 87 daerah di wilayah daratan dan 23 wilayah kepulauan, kecuali Provinsi Papua.

Dari jumlah tersebut, daerah yang ditawarkan untuk membuka kembali wilayahnya ada sebanyak 87 kabupaten/kota, yang terdiri atas 65 daerah di wilayah daratan dan 22 daerah di wilayah Kepulauan.

Kriteria kedua, daerah yang boleh dibuka kembali adalah daerah berwarna hijau. Daerah ini merupakan daerah yang ada kasus Covid-19 namun dalam beberapa pekan terakhir telah mengalami penurunan jumlah kasus positif dan meninggal dan terjadi peningkatan kasus sembuh. Hal ini sesuai dengan standar yang ditentukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).



Sumber: BeritaSatu.com